DPRD Jogja Dorong WJNC Jadi Agenda Setiap 7 Oktober, Bidik Turis Asing

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 09 Oktober 2026 23:27 WIB
DPRD Jogja Dorong WJNC Jadi Agenda Setiap 7 Oktober, Bidik Turis Asing

Suasana WJNC 2026 di kawasan Titik Nol, Kota Jogja, pada Rabu (7/10/2026) malam. Ist/ Pemkot Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja mendorong Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) menjadi agenda pariwisata tahunan yang konsisten digelar setiap 7 Oktober. Kepastian jadwal dinilai penting agar wisatawan nusantara maupun mancanegara dapat merencanakan kunjungan ke Kota Jogja lebih awal.

Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat, menilai WJNC memiliki potensi menjadi daya tarik wisata untuk memperkuat posisi Jogja sebagai kota pariwisata. Namun, keberhasilan kegiatan tersebut perlu dilihat dalam jangka panjang, bukan semata-mata dari dampak langsung setelah acara berlangsung.

“Saya tetap punya keyakinan bahwa event WJNC ini akan mendongkrak jumlah wisatawan yang datang ke Jogja. Yang penting, betul-betul dijadikan event tahunan tetap, jangan kemudian tahun ini ada, tahun depan tidak ada,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Jadwal WJNC Dinilai Penting untuk Menarik Turis Asing

Menurut Sinarbiyat, konsistensi penyelenggaraan WJNC menjadi salah satu kunci untuk menarik wisatawan mancanegara. Wisatawan asing umumnya menyusun rencana perjalanan jauh-jauh hari sehingga membutuhkan kepastian jadwal acara yang ingin mereka kunjungi.

Kondisi tersebut berbeda dengan perjalanan wisata domestik yang terkadang dapat direncanakan dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jogja setiap 7 Oktober dinilai dapat menjadi penanda tetap penyelenggaraan WJNC. Dengan jadwal yang konsisten, acara tersebut diharapkan masuk dalam kalender perjalanan wisatawan.

Kepastian waktu pelaksanaan juga dapat membantu wisatawan menyusun agenda kunjungan sekaligus memberi ruang bagi promosi pariwisata yang lebih terencana.

Kampung Wisata dan Kampung Budaya Perlu Diperkuat

Sinarbiyat menilai Kota Jogja membutuhkan agenda besar tahunan untuk melengkapi daya tarik destinasi yang sudah ada. Keterbatasan wilayah membuat pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan perluasan kawasan wisata atau penambahan destinasi baru.

Selama ini, wisatawan banyak mengenal Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Taman Pintar. Sementara itu, pengembangan kampung wisata dan kampung budaya dinilai masih perlu diperkuat agar semakin layak menjadi tujuan kunjungan.

Dia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menghadirkan lebih banyak sentuhan kreatif, gagasan, dan inovasi dalam pengembangan kampung wisata serta kampung budaya.

Dengan pengembangan tersebut, pilihan destinasi di Kota Jogja diharapkan semakin beragam dan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Dampak WJNC terhadap Kunjungan Wisatawan Perlu Diukur

Di sisi lain, Sinarbiyat mengakui belum memperoleh data pasti mengenai dampak WJNC terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, penilaian terhadap hasil penyelenggaraan kegiatan tersebut perlu didukung data yang memadai.

Meski demikian, dia meyakini WJNC dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Kota Jogja.

Potensi tersebut, menurutnya, dapat dioptimalkan apabila WJNC diselenggarakan secara konsisten setiap tahun dan dipromosikan secara luas, termasuk hingga ke mancanegara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online