Pemkot Jogja Andalkan Event Sepanjang Tahun untuk Dongkrak Omzet UMKM

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 05 Oktober 2026 23:27 WIB
Pemkot Jogja Andalkan Event Sepanjang Tahun untuk Dongkrak Omzet UMKM

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo. /Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan strategi penguatan ekonomi kerakyatan dengan memperbanyak penyelenggaraan event berkualitas sepanjang tahun. Agenda tersebut diandalkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus mendongkrak omzet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan potensi ekonomi kreatif di Kota Jogja cukup besar karena ditopang berbagai agenda berskala regional hingga nasional. Menurut dia, semakin banyak event yang digelar, semakin besar pula peluang sektor usaha rakyat untuk ikut bergerak.

“Untuk ekonomi kreatif di Jogja sendiri, event-event itu yang harus kita perbanyak karena itu otomatis akan menghidupkan UMKM,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Sport Tourism Jadi Penggerak Ekonomi

Hasto menilai salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan adalah pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism. Berbagai kegiatan olahraga yang digelar di Kota Jogja dinilai mampu menarik peserta dari luar daerah dalam jumlah besar.

Sejumlah agenda seperti fun run, kompetisi lari profesional, sepeda, hingga nordic walking disebut mampu menyedot animo masyarakat dengan jumlah peserta di atas 5.000 orang. Bahkan, salah satu ajang lari bergengsi, BPD Run, tercatat mampu menarik hingga 8.000 peserta.

Kehadiran ribuan peserta tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga. Hasto menyebut peserta dari luar kota, termasuk dari Jakarta dan Jawa Timur, biasanya menginap selama dua hingga tiga hari di Jogja.

Durasi tinggal tersebut menciptakan multiplier effect atau efek berganda bagi berbagai sektor ekonomi. Akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas dan belanja masyarakat selama event berlangsung.

Potensi tersebut semakin relevan karena jumlah UMKM di Kota Jogja pada 2025 tercatat mencapai 5.421 unit. Sebagian besar UMKM tersebut bergerak di bidang kuliner sehingga keberadaan event dengan peserta dalam jumlah besar dapat sekaligus memperluas pasar bagi produk usaha lokal.

Pemkot Jogja Dorong Penguatan UMKM Berbasis Data

Strategi penguatan ekonomi kerakyatan tersebut juga mendapat penekanan dari Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan. Ia menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan dan UMKM tidak dapat dilakukan secara setengah-setengah.

Menurut Wawan, setiap program pemerintah harus memiliki dukungan basis data yang akurat dan terukur. Data tersebut diperlukan agar pemerintah mengetahui jumlah UMKM, lokasi usaha, hingga bidang yang digeluti sehingga intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

“Kita basic-nya data. Kita mau bicara UKM, berapa UKM di situ wilayah, tahu enggak jumlahnya, apa saja bidangnya? Ini kan semua harus kita coba perbaiki dan kita cermati sehingga lebih akurat,” tuturnya.

Pembenahan data, lanjut Wawan, perlu dimulai dari tingkat kelurahan sebagai wilayah pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Para lurah dituntut memahami potensi UMKM yang ada di wilayah masing-masing secara lebih detail.

Pendataan tersebut juga menjadi bagian dari upaya agar kebijakan ekonomi kerakyatan tidak hanya berjalan berdasarkan perkiraan. Dengan informasi yang lebih akurat, pemerintah dapat menentukan sasaran program sekaligus melihat potensi yang dapat dikembangkan di setiap wilayah.

OPD Diminta Sinergi Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

Selain penguatan data, Wawan menekankan pentingnya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurut dia, program pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri karena dapat menimbulkan ego sektoral.

Kolaborasi antar-OPD dinilai akan membuat pengelolaan program lebih efektif dan efisien. Setiap perangkat daerah dapat menggabungkan sumber daya dan program yang dimiliki untuk mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan secara bersama-sama.

“Ini semuanya wilayah paham, semua berkolaborasi. Ini akan lebih efektif, efisien kalau kita garapnya secara barengan, bukan langsung oh ini anggaranku kok kudu tak garap dewe [harus saya kerjakan sendiri], tapi kita sudah harus bareng-bareng sinergi,” katanya.

Dengan strategi tersebut, event sepanjang tahun tidak hanya ditempatkan sebagai agenda hiburan atau kegiatan pariwisata. Bagi Pemkot Jogja, berbagai event juga menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan arus kunjungan masyarakat dengan aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran peserta dari luar daerah dalam jumlah besar membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. Sementara itu, penguatan basis data dan kolaborasi antar-OPD diarahkan agar potensi ekonomi di setiap wilayah dapat dikenali dan dikembangkan secara lebih terukur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online