Penjualan Seragam Sekolah di Jogja Melonjak, Pembeli Naik 5 Kali Lipat

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 06 Juli 2026 21:17 WIB
Penjualan Seragam Sekolah di Jogja Melonjak, Pembeli Naik 5 Kali Lipat

Warga membeli seragam di salah satu toko di Jl. Ibu Riswo pada Senin (6/7/2026). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki musim tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di sejumlah sentra perlengkapan sekolah di Jogja mengalami lonjakan signifikan. Meningkatnya jumlah pembeli membuat omzet pedagang ikut terdongkrak, bahkan mencapai belasan juta rupiah per hari.

Salah seorang pegawai Toko Afira, Sri Rahayu, mengatakan peningkatan pengunjung mulai terlihat sejak sekitar sepekan terakhir. Jika pada hari biasa toko hanya melayani sekitar 10 pembeli, kini jumlahnya dapat mencapai sekitar 50 pembeli setiap hari.

"Kalau hari biasa mungkin sekitar 10 orang, sekarang bisa sampai 50 orang. Lumayan, omzetnya juga naik," ujarnya, Senin (6/10/2026).

Seragam SD hingga SMA Paling Banyak Dicari

Sri menjelaskan seragam sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA menjadi produk yang paling banyak dicari. Dalam sehari, penjualan seragam bahkan mampu mencapai sekitar 50 stel.

Menurutnya, banyak orang tua memilih membeli lebih awal agar masih memiliki banyak pilihan ukuran dan model, sekaligus menghindari risiko kehabisan stok saat mendekati hari pertama sekolah.

"Kalau mendekati hari masuk sekolah biasanya stok mulai habis. Sekarang pilihannya masih lengkap, jadi mereka lebih memilih belanja lebih awal," katanya.

Harga Ikut Menyesuaikan Kenaikan Harga Kain

Sri memastikan tidak ada kenaikan harga yang dilakukan secara sengaja oleh pihak toko. Penyesuaian harga terjadi karena harga kain dari pemasok naik sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per meter.

Saat ini, harga satu stel seragam SD rata-rata sekitar Rp135 ribu. Sementara itu, seragam SMP dijual sekitar Rp150 ribu per stel, sedangkan seragam SMA masih dipasarkan di bawah Rp200 ribu per stel, bergantung pada ukuran.

Selain seragam sekolah, permintaan bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan sekolah maupun perkantoran.

Sri menambahkan, kebijakan masing-masing sekolah terkait pembelian seragam tidak banyak memengaruhi penjualan di tokonya. Pasalnya, Toko Afira lebih banyak menyediakan seragam nasional dibandingkan seragam batik atau olahraga yang umumnya memiliki motif khusus di setiap sekolah.

Omzet Naik hingga Rp15 Juta per Hari

Lonjakan permintaan diperkirakan masih akan berlangsung hingga sehari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Pada periode ramai tersebut, omzet harian toko dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Angka itu meningkat tajam dibandingkan hari biasa yang hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari.

Pembeli yang datang tidak hanya berasal dari Kota Jogja, tetapi juga dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, hingga luar daerah. Bahkan, menurut Sri, ada pelanggan dari Jakarta yang sengaja membeli seragam di Jogja karena harganya lebih terjangkau.

"Ada yang dari Jakarta bilang kalau di sana satu stel bisa Rp200 ribu, sedangkan di sini sekitar Rp150 ribu. Makanya mereka sekalian belanja di sini," ujarnya.

Selain penjualan langsung di toko, transaksi melalui platform daring juga mengalami peningkatan selama musim penerimaan siswa baru.

Pembeli Nilai Harga Lebih Terjangkau

Salah seorang orang tua murid, Dyan Parawita, mengaku rutin membeli seragam sekolah di Toko Afira karena pilihan produknya lengkap dengan harga yang dinilai lebih terjangkau.

"Beli di sini setiap beli seragam, harga murah dibanding yang lain," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online