Pemkot Jogja Tekan Belanja Pegawai Lewat Pembatasan Rekrutmen
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Ilustrasi Tim Sleman dalam Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Gunungkidul, Minggu (24/5/2026). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja resmi memulai langkah besar dalam penataan Sungai Code dengan melakukan kick off pembersihan sungai. Program ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Sungai Code lebih bersih, tertata, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata susur sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, menjelaskan pembersihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Sungai Code yang sebelumnya dilakukan bersama sejumlah pihak.
Dari hasil evaluasi kegiatan tersebut, ditemukan bahwa kondisi sungai masih belum layak untuk aktivitas wisata air seperti susur sungai maupun arung jeram. Salah satu kendala utama adalah tingginya sedimentasi di bagian tengah sungai.
“Perahu beberapa kali membentur batu dan harus dituntun, sehingga ini menjadi catatan penting untuk segera dilakukan penanganan,” ujar Umi, Jumat (26/6/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkot Jogja mulai melakukan pengerukan sedimen di kawasan Madani hingga ke arah utara menuju Hotel Tentrem. Selain itu, pembersihan juga dilakukan pada area tebing sungai guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman.
Menurut Umi, normalisasi sungai tidak hanya berfokus pada pengangkatan sedimen, tetapi juga penataan kawasan bantaran agar lebih tertib dan ramah lingkungan.
“Kami berharap setelah pembersihan ini, Sungai Code menjadi lebih bersih dan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk pengembangan wisata susur sungai,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang secara sukarela membersihkan bangunan dan kandang di sempadan sungai. Kolaborasi antara pemerintah dan warga dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Program ini dilaksanakan dengan dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang menyediakan alat berat. Ke depan, pengerjaan akan dilanjutkan dengan dukungan anggaran APBD, serta kemungkinan tambahan bantuan dari BBWS jika dibutuhkan.
Pembersihan Sungai Code direncanakan berlanjut hingga wilayah utara yang sebagian masuk Kabupaten Sleman. Pemkot Jogja menegaskan bahwa pengelolaan sungai harus dilakukan lintas wilayah karena sungai tidak mengenal batas administrasi.
Sementara itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan normalisasi Sungai Code merupakan bagian dari komitmen pembangunan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.
“Normalisasi ini harus dilakukan dengan semangat pro environment dan pro poor. Bersih-bersih sungai juga kami lakukan secara rutin,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala BBWS Serayu Opak, Parlinggoman Simanungkalit, menambahkan bahwa normalisasi bertujuan mengembalikan fungsi alami sungai agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Ketika kondisi sungai tidak normal, potensi bencana meningkat dan manfaatnya berkurang. Karena itu, pengembalian fungsi sungai menjadi sangat penting,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Jogja berharap Sungai Code tidak hanya menjadi lebih bersih dan aman, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan daya tarik Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.