Disdikpora DIY Tegas Larang Sekolah Arahkan Pembelian Seragam
Disdikpora DIY menegaskan sekolah dilarang mengarahkan pembelian seragam. Orang tua bebas memilih tempat membeli seragam sekolah sesuai aturan.
Beberapa orang sedang beraktivitas di kawasan Malioboro, Jogja, Minggu (27/3/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Kawasan Malioboro sebagai jantung wisata Kota Jogja kembali menjadi sorotan setelah sempat dipadati ribuan pesepeda dalam agenda Last Friday Ride (LFR). Menanggapi keluhan masyarakat dan wisatawan, Pemerintah Kota Jogja memastikan pembatasan akses sepeda di kawasan tersebut bukan kebijakan permanen.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan penutupan jalur sepeda di Malioboro dilakukan secara situasional, khususnya ketika terjadi lonjakan pesepeda yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung serta aktivitas pejalan kaki di kawasan pedestrian.
Menurutnya, fenomena membludaknya pesepeda saat LFR terjadi karena pergerakan yang tidak terkoordinasi. Ribuan pesepeda datang dari berbagai penjuru kota secara bersamaan, sehingga memicu kepadatan di kawasan inti (core zone) hingga area penyangga (buffer zone) Malioboro.
“Sepeda tidak dilarang secara umum. Namun pada momen tertentu seperti malam Jumat terakhir, jumlahnya tidak terduga sehingga perlu pengaturan,” ujar Hasto, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, langkah penutupan akses sementara di sejumlah ruas jalan dilakukan demi menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan yang berjalan kaki di kawasan Malioboro. Sebagai destinasi unggulan, Malioboro memang dirancang ramah pedestrian dan menjadi ruang publik yang harus tetap nyaman bagi semua pengunjung.
Hasto juga mengakui adanya keluhan dari masyarakat terkait aktivitas LFR yang dinilai terlalu padat dan mengganggu pengalaman wisata. Oleh karena itu, Pemkot Jogja mendorong komunitas pesepeda untuk lebih terorganisir dalam menggelar kegiatan.
Meski komunitas LFR tidak memiliki struktur organisasi formal, Pemkot meyakini terdapat tokoh atau koordinator yang bisa diajak berkomunikasi untuk mengatur rute dan jumlah peserta agar tidak terkonsentrasi di satu titik.
“Kami berharap kegiatan bersepeda tetap berjalan, tetapi terkoordinasi dengan baik dan tidak menumpuk di ruang publik yang padat seperti Malioboro,” tegasnya.
Ke depan, jika kondisi serupa kembali terjadi, Pemkot Jogja tidak menutup kemungkinan akan kembali menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan sementara akses di titik-titik tertentu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara aktivitas komunitas, kelancaran mobilitas, dan kenyamanan wisata di pusat kota.
Sebagai ikon pariwisata, Malioboro setiap harinya dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan yang tertib dan nyaman menjadi kunci utama dalam menjaga daya tarik Jogja sebagai destinasi wisata unggulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menegaskan sekolah dilarang mengarahkan pembelian seragam. Orang tua bebas memilih tempat membeli seragam sekolah sesuai aturan.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
BI mempertahankan BI Rate 5,75% pada Juli 2026. Airlangga berharap sektor riil dan pertumbuhan kredit tetap bergerak.
Meta deskripsi: Donny Ermawan Taufanto tetap menjabat Wamenhan usai dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.