Investor Jepang Lirik Gunungkidul, Siap Bangun Pabrik Kulit di Semin

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 09 Juli 2026 11:57 WIB
Investor Jepang Lirik Gunungkidul, Siap Bangun Pabrik Kulit di Semin

Ilustrasi Perajin kulit bekerja menyelesaikan pesanan tas kulit./Harian Jogja-

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Peluang masuknya investasi asing ke Gunungkidul kembali terbuka. Kali ini, investor asal Jepang menunjukkan minat membangun pabrik kerajinan kulit di kawasan industri Semin, yang disiapkan sebagai salah satu pusat pengembangan industri di wilayah selatan DIY.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana tersebut. Lahan seluas dua hektare di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin telah disiapkan sebagai lokasi awal yang dinilai strategis untuk pengembangan industri manufaktur berbasis kerajinan.

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, menjelaskan bahwa komunikasi awal dengan calon investor difasilitasi oleh Pemerintah DIY. Dalam tahap penjajakan ini, pihaknya diminta memaparkan berbagai potensi daerah, termasuk kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Investor masih dalam tahap eksplorasi. Mereka mendalami berbagai aspek seperti akses distribusi, kedekatan dengan pelabuhan, hingga ketersediaan tenaga kerja,” ujar Aldian, Kamis (8/7/2026).

Menurutnya, ketertarikan investor Jepang ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor industri di Gunungkidul yang selama ini dikenal dengan sektor pariwisata. Kehadiran pabrik kerajinan kulit diharapkan mampu menciptakan diversifikasi ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Pemkab pun telah mengarahkan rencana investasi tersebut ke kawasan industri Semin yang berlokasi di Padukuhan Bangunsari, Kalurahan Candirejo. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra industri baru di Gunungkidul.

Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP, Mugiyanto, menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama Pemda DIY telah memfasilitasi presentasi peluang investasi kepada calon investor. Meski belum ada keputusan final, komunikasi masih terus berjalan dan peluang realisasi tetap terbuka.

“Kami sudah siapkan lahannya. Harapannya investor semakin yakin dan segera merealisasikan rencana pembangunan,” katanya.

Di sisi lain, tren investasi di Gunungkidul menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Hingga Mei 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp394 miliar. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi, sementara kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) juga terus meningkat.

Jika investasi dari Jepang ini terealisasi, dampaknya tidak hanya pada peningkatan nilai investasi daerah, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. Industri kerajinan kulit dapat menjadi daya tarik baru yang melengkapi sektor pariwisata Gunungkidul, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai tujuan investasi yang kompetitif di DIY.

Dengan kesiapan lahan, dukungan pemerintah, serta tren investasi yang positif, Gunungkidul kini semakin terbuka sebagai destinasi baru bagi investor global yang ingin mengembangkan usaha di sektor industri dan ekonomi kreatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online