Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus menggenjot sektor pendidikan dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Salah satunya melalui program beasiswa “Gunungkidul Cerdas” yang kini menyasar ratusan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 500 siswa SD dipastikan menerima bantuan pendidikan masing-masing Rp500.000. Program ini menjadi bagian dari kebijakan prioritas Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Total anggaran yang digelontorkan untuk jenjang SD mencapai Rp500 juta. Dana tersebut diharapkan mampu menutup kebutuhan dasar pendidikan siswa, mulai dari perlengkapan sekolah hingga biaya penunjang belajar.
Strategi Tekan Angka Putus Sekolah
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menekan angka putus sekolah.
“Fokusnya adalah memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah meskipun berasal dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Penyaluran bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, sebagai simbol komitmen pemerintah daerah terhadap akses pendidikan yang merata.
Tak Hanya untuk Siswa Kurang Mampu
Menariknya, program ini juga dirancang menyasar siswa berprestasi. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema tambahan bagi pelajar dengan capaian akademik maupun non-akademik unggul.
Namun, proses penyaluran untuk kategori ini masih menunggu hasil berbagai kompetisi yang saat ini tengah berlangsung di tingkat daerah hingga nasional.
Ekspansi ke Jenjang SMP
Tak berhenti di tingkat SD, program beasiswa ini juga akan diperluas ke jenjang SMP. Kepala Bidang SMP Disdik Gunungkidul, Murdopo, menyebut total anggaran yang disiapkan mencapai Rp440 juta dari APBD.
Dana tersebut akan dibagi ke dalam dua kategori:
Beasiswa prestasi untuk 352 siswa (Rp176 juta)
Beasiswa siswa kurang mampu (Rp264 juta)
Setiap siswa tetap akan menerima bantuan senilai Rp500.000, sama seperti di tingkat SD.
Dorong Generasi Unggul dari Daerah
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemkab Gunungkidul dalam menciptakan generasi unggul dari daerah. Dengan intervensi langsung melalui bantuan pendidikan, diharapkan kesenjangan akses pendidikan dapat ditekan.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Seleksi penerima dilakukan secara ketat dengan melibatkan berbagai pihak di tingkat sekolah dan daerah.
Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi pemicu semangat belajar bagi siswa untuk meraih prestasi lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.