Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Foto ilustrasi Markas Brimob dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob Polda DIY di Kabupaten Gunungkidul memasuki tahap baru setelah pemanfaatan lahan Sultan Ground (SG) seluas 1,8 hektare di kawasan pesisir resmi mengantongi izin. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.
Lahan milik Kasultanan Yogyakarta yang berada di Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Mako Brimob. Rencana yang telah disiapkan sejak 2023 itu kini dipastikan telah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan perizinan penggunaan tanah SG.
Pemanfaatan Lahan Sultan Ground Sudah Berizin
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan seluruh persoalan administrasi maupun legalitas pemanfaatan lahan Sultan Ground telah tuntas. Pemerintah kalurahan juga telah membantu memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam proses penggunaan tanah kasultanan tersebut.
"Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG. Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar," ujar Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Lahan yang berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini tersebut kini tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan fisik oleh Polda DIY.
Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Namun, hingga kini kepolisian belum mengungkapkan jadwal pasti dimulainya pekerjaan konstruksi.
"Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari," ungkap Verena singkat melalui pesan WhatsApp.
Diharapkan Perkuat Keamanan dan Dorong Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif pembangunan Mako Brimob di wilayah pesisir tersebut. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menilai keberadaan markas baru itu tidak hanya akan memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Endah Subekti Kuntariningsih.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar pembangunan Mako Brimob dapat berjalan lancar. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan pesisir di Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Budidaya nangka di Gunungkidul bakal terus diperkuat untuk memenuhi pembuatan gudeg yang jadi makanan khas di DIY karena masih banyak datangkan dari luar daerah
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.