Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul Libatkan 1.039 Petugas
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Foto ilustrasi Markas Brimob dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob Polda DIY di Kabupaten Gunungkidul memasuki tahap baru setelah pemanfaatan lahan Sultan Ground (SG) seluas 1,8 hektare di kawasan pesisir resmi mengantongi izin. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.
Lahan milik Kasultanan Yogyakarta yang berada di Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Mako Brimob. Rencana yang telah disiapkan sejak 2023 itu kini dipastikan telah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan perizinan penggunaan tanah SG.
Pemanfaatan Lahan Sultan Ground Sudah Berizin
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan seluruh persoalan administrasi maupun legalitas pemanfaatan lahan Sultan Ground telah tuntas. Pemerintah kalurahan juga telah membantu memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam proses penggunaan tanah kasultanan tersebut.
"Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG. Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar," ujar Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Lahan yang berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini tersebut kini tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan fisik oleh Polda DIY.
Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Namun, hingga kini kepolisian belum mengungkapkan jadwal pasti dimulainya pekerjaan konstruksi.
"Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari," ungkap Verena singkat melalui pesan WhatsApp.
Diharapkan Perkuat Keamanan dan Dorong Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif pembangunan Mako Brimob di wilayah pesisir tersebut. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menilai keberadaan markas baru itu tidak hanya akan memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Endah Subekti Kuntariningsih.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar pembangunan Mako Brimob dapat berjalan lancar. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan pesisir di Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Bug iOS bikin System Data iPhone membengkak hingga 169 GB. Simak 3 cara ampuh mengatasinya, mulai dari backup-restore hingga hapus cache browser.
Astra membuka pendaftaran SATU Indonesia Awards 2026 hingga 28 Juli untuk mencari inisiator perubahan di berbagai bidang.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan rekor belum terkalahkan dan belum kebobolan.
Ahmad Luthfi ikut Rupiah Borobudur Playon 2026 sambil mendorong kursi roda putranya. Event ini diikuti 4.000 pelari di Borobudur.
Prambanan Jazz Festival 2026 dan Mandiri Jogja Marathon disebut mampu meningkatkan kunjungan wisata DIY hingga lebih dari 50 persen dan menggerakkan ekonomi.