Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Foto ilustrasi Markas Brimob dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob Polda DIY di Kabupaten Gunungkidul memasuki tahap baru setelah pemanfaatan lahan Sultan Ground (SG) seluas 1,8 hektare di kawasan pesisir resmi mengantongi izin. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.
Lahan milik Kasultanan Yogyakarta yang berada di Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Mako Brimob. Rencana yang telah disiapkan sejak 2023 itu kini dipastikan telah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan perizinan penggunaan tanah SG.
Pemanfaatan Lahan Sultan Ground Sudah Berizin
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan seluruh persoalan administrasi maupun legalitas pemanfaatan lahan Sultan Ground telah tuntas. Pemerintah kalurahan juga telah membantu memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam proses penggunaan tanah kasultanan tersebut.
"Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG. Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar," ujar Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Lahan yang berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini tersebut kini tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan fisik oleh Polda DIY.
Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Namun, hingga kini kepolisian belum mengungkapkan jadwal pasti dimulainya pekerjaan konstruksi.
"Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari," ungkap Verena singkat melalui pesan WhatsApp.
Diharapkan Perkuat Keamanan dan Dorong Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif pembangunan Mako Brimob di wilayah pesisir tersebut. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menilai keberadaan markas baru itu tidak hanya akan memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Endah Subekti Kuntariningsih.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar pembangunan Mako Brimob dapat berjalan lancar. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan pesisir di Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 mengusung tema LAKU dan menghadirkan beragam program sastra serta 2.500 puisi dari penulis se-Indonesia.
Thalita Wiryawan tersingkir dari BWF World Championships 2026 setelah kalah dari An Se Young dengan skor 15-21, 11-21.