Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi – Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dapat memanfaatkan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul di Stadion Handayani, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak enam ton bahan kebutuhan pokok disiapkan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tersebut.
Pasar murah ini tidak hanya menjadi agenda perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berkesempatan memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan pasar murah akan berlangsung di area Stadion Handayani dan terbuka untuk masyarakat umum.
"Besok [Sabtu] pasar murah kami selenggarakan untuk masyarakat umum sebagai rangkaian acara memperingati kemerdekaan di Stadion Handayani mulai pukul 07.30 WIB," kata Kelik, Jumat (14/8/2026).
Enam Ton Bahan Pokok Disiapkan
Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan enam ton bahan kebutuhan pokok yang dapat dibeli masyarakat. Sejumlah komoditas yang disiapkan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.
Ketersediaan bahan pokok tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah aktivitas peringatan kemerdekaan yang berlangsung di Gunungkidul.
Menurut Kelik, harga yang ditawarkan dalam pasar murah sengaja dibuat lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Untuk beras kemasan lima kilogram, masyarakat dapat membeli dengan harga Rp59.000 per sak. Sementara itu, gula pasir dijual Rp14.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan dipatok Rp18.500 per liter.
"Mudah-mudahan pasar murah ini bisa berjalan dengan lancar," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika tersebut.
Bagian dari Pengendalian Inflasi
Pemkab Gunungkidul menjadikan pasar murah sebagai salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat. Selain memberikan akses pangan yang lebih terjangkau, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
Kelik menjelaskan penyelenggaraan pasar murah memiliki tujuan ganda, yakni membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus menjaga keseimbangan harga komoditas di pasaran.
Karena jumlah pembeli biasanya cukup tinggi, pemerintah juga menyiapkan kemungkinan pembatasan pembelian untuk setiap warga. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bahan pokok dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan pembatasan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak menghambat jalannya kegiatan.
"Biasanya ada pembatasan pembelian agar dapat merata antar warga. Tapi, juga melihat dinamika di lapangan sehingga akan ada penyesuaian-penyesuaian, biar semuanya berjalan lancar," katanya.
Program Pengendali Inflasi Tetap Berjalan
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pasar murah. Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan puluhan pedagang yang menjadi mitra pengendali inflasi di sejumlah pasar tradisional.
Melalui program tersebut, sejumlah bahan kebutuhan pokok tetap disediakan dengan harga yang terpantau agar masyarakat memiliki akses terhadap komoditas penting sehari-hari.
"Program toko pengendali inflasi masih jalan di beberapa pasar seperti Argosari, Wonosari; Pasar Semin dan Pasar Playen," kata Ris Heryani.
Survei Harga Dilakukan Setiap Hari
Selain menjalankan program pengendalian inflasi, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul juga rutin melakukan survei harga kebutuhan pokok di berbagai pasar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok komoditas di pasaran.
Data hasil pemantauan kemudian dilaporkan secara berkala kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari sistem pemantauan harga nasional.
"Hasil survei, kami serahkan ke Kementerian Perdagangan yang dilaporkan setiap hari," katanya.
Pasar murah yang digelar di Stadion Handayani di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, menjadi salah satu agenda yang disiapkan Pemkab Gunungkidul menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Dengan ketersediaan enam ton bahan pokok dan harga yang lebih rendah dari pasaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat