Mako Brimob Polda DIY Segera Dibangun di Pesisir Gunungkidul
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 18 SMP swasta di Kabupaten Gunungkidul tercatat belum mendapatkan murid baru berdasarkan hasil sementara Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi ini menjadi gambaran masih terjadinya ketimpangan antara kapasitas sekolah dengan jumlah lulusan sekolah dasar yang tersedia di Bumi Handayani.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Gunungkidul menegaskan data tersebut belum bersifat final. Kepastian jumlah peserta didik baru masih menunggu proses daftar ulang dan pendataan resmi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) setelah tahun ajaran baru dimulai.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Gunungkidul, Fransiskus Xaverius Broto Murdopo, mengatakan seluruh tahapan SPMB tingkat SMP berjalan lancar dan hasil seleksi telah diumumkan pada 3 Juli lalu.
“Hasil SPMB sudah diumumkan pada 3 Juli. Rencananya daftar ulang berlangsung 6-7 Juli,” kata Broto, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, berdasarkan data sementara terdapat 18 SMP swasta yang belum memperoleh siswa baru melalui mekanisme penerimaan yang tercatat dalam sistem. Namun kondisi tersebut belum tentu mencerminkan jumlah murid sesungguhnya karena sebagian sekolah swasta memiliki pola penerimaan tersendiri.
Broto menjelaskan, sistem pendaftaran daring yang digunakan dalam SPMB terutama diperuntukkan bagi sekolah negeri. Adapun sekolah swasta memiliki kebijakan penerimaan masing-masing yang dikelola oleh yayasan penyelenggara.
Sejumlah sekolah swasta bahkan telah membuka pendaftaran jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Karena proses tersebut dilakukan secara mandiri, data penerimaannya tidak seluruhnya tercatat dalam sistem daring milik pemerintah daerah.
“Ada sekolah yang menerima pendaftaran lebih awal atau sistem indent sebelum SPMB dibuka. Karena itu tidak seluruhnya masuk dalam data online,” ujarnya.
Ia menambahkan jumlah peserta didik baru masih sangat mungkin berubah setelah proses daftar ulang selesai. Data yang benar-benar final baru akan terlihat ketika seluruh siswa baru telah masuk dalam sistem Dapodik pada awal tahun ajaran.
“Untuk kepastian jumlah siswa baru maupun sekolah yang benar-benar kekurangan murid, masih menunggu tahun ajaran baru dimulai dan seluruh data masuk ke Dapodik,” katanya.
Di sisi lain, Broto tidak menampik bahwa sebagian sekolah memang menghadapi persoalan kekurangan murid. Salah satu penyebabnya adalah jumlah kursi yang tersedia jauh lebih besar dibandingkan jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan kapasitas penerimaan SMP di Gunungkidul mencapai 9.119 kursi. Namun jumlah siswa yang diterima melalui SPMB tahun ini hanya sebanyak 6.766 anak.
“Untuk SMP tersedia 9.119 kursi, sedangkan yang diterima sebanyak 6.766 siswa,” ujar Broto.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 serta Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 83/KPTS/2026.
Menurut dia, penerimaan peserta didik baru tingkat SMP dibagi menjadi jalur khusus dan jalur reguler. Jalur khusus diperuntukkan bagi Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dibuka di SMP Negeri 1 Rongkop, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, dan SMP Negeri 1 Saptosari.
“Pendaftaran KKO sudah dilaksanakan pada Mei lalu. Meski memiliki kelas khusus, sekolah tersebut tetap menerima siswa melalui jalur reguler,” kata Nunuk.
Untuk jalur reguler, kuota penerimaan dibagi dalam beberapa kategori. Jalur domisili memperoleh porsi terbesar sebesar 50 persen, disusul jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.
Pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi dilaksanakan pada 22-24 Juni 2026. Adapun jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Berikut daftar 18 SMP swasta yang berdasarkan data sementara belum memperoleh murid baru melalui SPMB 2026:
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah swasta di Gunungkidul di tengah menurunnya jumlah lulusan dan tingginya kapasitas pendidikan yang tersedia. Sekolah-sekolah tersebut masih memiliki peluang mendapatkan tambahan siswa melalui pendaftaran mandiri maupun perpindahan peserta didik sebelum tahun ajaran baru berjalan penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY akan dibangun di pesisir Gunungkidul. Lahan Sultan Ground telah mengantongi izin dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini.
JNE jadi Official Logistics Partner Prambanan Jazz 2026, memastikan distribusi teknis konser berjalan lancar dan tanpa hambatan.
KPK tegaskan pengembalian amplop oleh Menhut tidak menghapus pidana, penyidikan dugaan suap kawasan hutan Kuansing terus berjalan.
Konser Slank di Bandung hadirkan nostalgia dan dorong musisi lokal serta ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Danais DIY bangun 146,3 km jalan desa dan rehab ratusan RTLH, dorong ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Penembakan saat perayaan 4 Juli di Brooklyn New York melukai 8 orang termasuk anak-anak, satu korban kritis. Polisi selidiki motif.