DPRD DIY Desak Izin SPPG Penyebab Keracunan Dicabut
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Penyerahan simbolis bantuan Pemda DIY untuk NTT di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Rabu (19/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk penanganan dampak gempa bumi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan yang juga mencakup layanan kesehatan, donasi kemanusiaan, hingga pemenuhan kebutuhan mahasiswa asal NTT yang berada di Jogja.
Penyerahan simbolis bantuan untuk NTT digelar di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Rabu (19/8/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, merinci sejumlah bantuan yang disalurkan Pemda DIY.
Bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT. Selain itu, terdapat obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp38,48 juta melalui Dinas Kesehatan DIY dan BPBD DIY.
Bantuan Kesehatan hingga Donasi dari Sektor Keuangan
Dukungan untuk masyarakat terdampak gempa NTT juga dilakukan melalui kerja sama sejumlah pihak. Pemda DIY mengirim bantuan kesehatan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, JNE, serta Yakkum Emergency Unit (YEU).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Dari sektor jasa keuangan di DIY, terkumpul bantuan Rp90 juta. Dana tersebut dihimpun Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FKIJK, dan BPD DIY untuk kemudian disalurkan melalui Baznas kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, donasi dari ASN Pemda DIY sebesar Rp10 juta juga diserahkan kepada Baznas.
Mahasiswa NTT di Jogja Dapat Bantuan Pangan
Pemda DIY tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak langsung di NTT. Mahasiswa asal NTT yang tinggal di asrama di Jogja juga mendapat dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ni Made menyampaikan bantuan pangan tersebut disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Bantuan berupa beras 405 kilogram per bulan, telur, dan mi instan diberikan hingga Desember 2026.
Selain kebutuhan pangan, Pemda DIY juga mendorong perguruan tinggi memberikan kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.
"Kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana NTT. Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga telah menerbitkan Surat Edaran kepada perguruan tinggi di DIY terkait pemberian kelonggaran biaya pendidikan. SE kepada rekto-rektor universitas di DIY untuk memberikan keringanan biaya kuliah," ujarnya.
Sultan Pastikan Mahasiswa NTT Tetap Bisa Kuliah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan Pemda DIY mengonsolidasikan bantuan untuk korban gempa NTT dengan melibatkan berbagai pihak. Selain Pemda DIY, dukungan tersebut melibatkan BI, OJK, BPD DIY, dan unsur lainnya.
Menurut Sultan, membantu daerah yang terdampak bencana telah menjadi tradisi Jogja.
"Sebetulnya saya hanya melanjutkan hal-hal seperti ini yang pernah dilakukan oleh swargi ke 9 (Sultan IX) pada waktu peristiwa Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) Permesta. Itu mahasiswa Sumatera Barat dan sebagainya yang sekolah di Jogja itu tidak bisa melanjutkan karena tidak dikirimi oleh orang tuanya," tuturnya.
Sultan menceritakan, ketika itu Pemda DIY memberikan bantuan seperti living cost agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan di Jogja. Tradisi tersebut, menurutnya, terus berjalan ketika terjadi bencana, termasuk saat bencana Aceh ketika Pemda DIY membantu lebih dari 600 mahasiswa.
Untuk penanganan mahasiswa asal NTT, Pemda DIY telah berkirim surat kepada perguruan tinggi di DIY agar mendata mahasiswa yang terdampak gempa. Pendataan tersebut termasuk mahasiswa yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Sultan berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat terdampak, meski mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mereka.
"Surat Edaran kepada rektor-rektor itu sudah ada, tinggal sekarang mengidentifikasi. Kampus-kampus sudah kita beritahu untuk bisa [mahasiswa] mendapatkan apa, tetap bisa belajar di kampus yang bersangkutan gitu. Ada keringanan gitu. Kita belum ada jawaban mungkin mereka juga baru dari kampus baru mendata gitu kita tunggu," lanjutnya.
NTT Apresiasi Respons Pemda DIY
Kepala Badan Penghubung Daerah (Bahubda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Florida Taty Satyawati, menyampaikan apresiasi kepada Pemda DIY atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat NTT.
Menurutnya, DIY menjadi provinsi pertama yang memberikan bantuan khusus berupa biaya hidup bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.
"Kami mewakili Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi DIY," ujarnya.
Florida mengatakan kebutuhan yang paling mendesak di NTT saat ini adalah tenaga kesehatan, tenda, dan makanan siap saji.
Selain posko di Jogja, Pemprov NTT juga memiliki posko resmi di Badan Penghubung NTT di Jakarta untuk menghimpun bantuan dari berbagai pihak.
"Tugas kami di Badan Penghubung NTT hanya memfasilitasi dan memastikan bahwa sumbangan itu akan sampai, tersampaikan kepada yang membutuhkan. Sedangkan yang menyalurkan adalah dari diaspora NTT," ujarnya.
545 Warga NTT di DIY Terdata Terdampak
Sesepuh NTT di DIY sekaligus Pengurus Pusat Diaspora NTT Perwakilan DIY, Moris Sarumaha, menyampaikan jumlah warga asal NTT yang tinggal di DIY, baik mahasiswa maupun yang menetap, diperkirakan mencapai 10.000–12.000 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 545 orang telah terdata terdampak gempa. Namun, data tersebut masih terus diperbarui.
"Kami sangat berterima kasih karena DIY menjadi pihak yang pertama merespons kondisi ini. Kami yang berasal dari NTT dan tinggal di Yogyakarta akan terus menjaga kondusifitas Jogja," ujarnya.
Rumah Mahasiswa di Ende Rusak Parah
Dukungan Pemda DIY juga dirasakan mahasiswa asal NTT yang menempuh pendidikan di Jogja. Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta asal NTT, Cornelisiano Ligi Longa, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warga NTT dan mahasiswa di Jogja.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat meringankan beban mahasiswa yang terdampak gempa.
Cornelisiano mengatakan seluruh keluarganya di Ende selamat dari gempa. Namun, rumah keluarganya mengalami kerusakan cukup parah.
"Dengan adanya bantuan untuk mahasiswa ini sangat-sangat meringankan kami sebagai mahasiswa yang terdampak," ujarnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.