Disdikpora DIY Panggil Kepala SMAN 1 Sentolo Dalami Kasus Pelecehan
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Dokumen, Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi (lima dari kiri) bersam tamu-tamu undangan berfoto bersama saat membuka gelaran Kustomfest 2024 di JEC, Bantul, Sabtu (5/10/2024). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Kustomfest 2026 akan menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja. Digelar pada 10-11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), gelaran ke-15 Kustomfest tahun ini menghadirkan charity riding yang hasilnya diarahkan untuk membantu korban kebakaran hutan serta mendukung pendidikan anak.
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi mengatakan keterlibatan Kustomfest dalam rangkaian HUT Kota Jogja bermula dari komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Kustomfest dinilai menjadi salah satu tujuan wisata minat khusus karena mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.
Menurut Lulut, wisatawan datang ke Jogja bukan hanya untuk mengunjungi destinasi wisata, tetapi juga menghadiri berbagai event. Selama ini Kustomfest lebih dikenal sebagai acara yang berlangsung di wilayah Bantul, meski kantor Kustomfest berada di Kota Jogja.
"Nah, momennya pas 270 [HUT ke-270 Kota Jogja] itu kita ada ada rapat, event apa sih yang dekat dengan ulang tahun Jogja bulan Oktober? Nah, beberapa teman itu yang memberikan masukan, Kustomfest," ujar Lulut Minggu (27/9/2026).
Setelah melalui beberapa kali pertemuan, Kustomfest dan Pemkot Jogja kemudian mencari kegiatan yang bisa menjadi titik temu dengan rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja. Dari pembahasan tersebut, kegiatan riding dipilih dan dikembangkan menjadi charity riding.
"Menjadikan Kustomfest sebagai salah satu hub dari rangkaian event 270 Jogja, karena kan Kustomfest itu tahun ini yang ke-15," jelasnya.
Charity Riding Kustomfest untuk Korban Kebakaran Hutan
Lulut mengatakan kegiatan charity sebenarnya rutin digelar setiap penyelenggaraan Kustomfest. Namun, sasaran bantuan berbeda setiap tahun, termasuk sebelumnya untuk panti asuhan dan penyandang disabilitas.
Pada Kustomfest 2026, bantuan diarahkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan. Lulut mengatakan informasi mengenai kondisi di lokasi kebakaran masih belum banyak mendapat perhatian, sementara komunitas pecinta kustom dari berbagai daerah terus menyampaikan kabar mengenai situasi di lapangan.
"Teman-teman yang yang ada di dekat lokasi itu kan sering berkabar. Bahwa mereka susah bernapas, bahwa kebakarannya juga belum tertangani," ujarnya.
Menurutnya, Kustomfest ingin mengangkat kondisi tersebut sebagai bentuk kepedulian bahwa pelaku industri kreatif otomotif tidak hanya menikmati hobi, tetapi juga memiliki perhatian terhadap lingkungan.
"Kustomfest sendiri itu akan ada charity yang nanti diarahkan ke sana, sama untuk pendidikan, pendidikan terutama pendidikan anak," lanjutnya.
Kustomfest Jadi Magnet Wisata Saat Low Season
Pemilihan Oktober sebagai waktu penyelenggaraan Kustomfest sejak awal juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Jogja, terutama ketika memasuki periode low season.
"Simbiosis mutualisme dan sebuah kepedulian dari kami, dari Kustomfest untuk Kota Jogja," ujarnya.
Lulut mengajak masyarakat dan wisatawan datang ke Kustomfest yang digelar setahun sekali. Menurutnya, acara tersebut dirancang agar bisa dinikmati berbagai kalangan, termasuk keluarga.
Selain menampilkan motor dan mobil kustom, Kustomfest menyediakan area bermain untuk anak-anak serta food court dengan beragam pilihan kuliner. Makanan yang ditawarkan tidak hanya kuliner khas Jogja, tetapi juga makanan kekinian.
"Dan ini kan juga jadi salah satu daya tarik untuk teman-teman khususnya dari luar kota," jelasnya.
Ada Musik dan Flat Track di Kustomfest 2026
Selain otomotif dan kuliner, Kustomfest 2026 juga menghadirkan panggung musik yang disesuaikan dengan selera anak-anak kustom. Acara tersebut juga dilengkapi flat track berupa balap motor di lintasan tanah berbentuk oval.
Lulut mengatakan kegiatan flat track lebih ditujukan sebagai hiburan dan ajang bersenang-senang, bukan kompetisi untuk memperebutkan trofi. Sejumlah figur publik juga turut ambil bagian.
"Cuma ingin nyoba ngetes motor. Di belakang JEC itu kita bikin sirkuit, sirkuitnya bentuknya oval gitu," lanjutnya.
Kustomfest 2026 Angkat Tema High Octane
Kustomfest tahun ini mengangkat tema High Octane. Lulut mengatakan tema tersebut diusung di tengah kondisi ekonomi yang dinilai berdampak terhadap industri kustom.
Sejumlah bengkel mulai merasakan penurunan pesanan. Penjualan suku cadang juga disebut belum sebaik tahun sebelumnya, sementara pelaku industri kustom menghadapi persaingan dengan produk asal China yang semakin menyasar sektor usaha kecil dan UMKM.
"Makanya untuk menyemangati teman-teman, kita harus siram bahan bakar yang bisa membakar semangat mereka. Nah, makanya temanya tahun ini High Octane," tuturnya.
Setiap karya yang ditampilkan dalam Kustomfest harus melewati proses kurasi. Motor yang telah mengikuti kompetisi pada tahun ini juga tidak dapat kembali diikutkan dalam kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya.
Jumlah peserta tidak ditentukan secara pasti karena bergantung pada hasil kurasi. Meski demikian, setiap tahun Kustomfest biasanya menampilkan setidaknya sekitar 150 motor dan 25 mobil.
"Setiap tahun kita enggak pernah mematok angka pasti, tapi kalau 150 motor pasti ada, mobil sekitar 25," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.