Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Sejumlah kapanewon di Kabupaten Gunungkidul mulai bersiap menghadapi ancaman kekeringan dengan menyiapkan program droping air bersih. Bantuan ini dijadwalkan mulai disalurkan pada pekan kedua Juli 2026 seiring meningkatnya kebutuhan air masyarakat saat musim kemarau.
Panewu Purwosari, Subiyantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp79,6 juta untuk program droping air tahun ini. Persiapan teknis juga telah dilakukan melalui koordinasi dengan kalurahan.
“Hasil pendataan, ada 10 padukuhan di Kalurahan Giripurwo dan lima padukuhan di Giricahyo yang mengajukan bantuan air bersih,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, penyaluran bantuan tinggal menunggu penyelesaian kontrak dengan penyedia jasa. Jika proses administrasi rampung, distribusi air akan segera dilakukan.
“Target kami minggu depan sudah mulai disalurkan,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan di Kapanewon Tepus. Kepala Jawatan Sosial, Sukisno, menyebut wilayahnya mendapat alokasi anggaran Rp76,8 juta yang diperkirakan mampu mendistribusikan hingga 422 tangki air bersih.
Ia menjelaskan, lima kalurahan di Tepus—yakni Tepus, Sidoharjo, Purwodadi, Sumberwungu, dan Giripanggung—merupakan daerah langganan kekeringan setiap musim kemarau.
“Setiap tahun kami pasti melakukan droping air karena wilayah ini memang rawan kekurangan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Kapanewon Gedangsari juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp79,8 juta untuk distribusi sekitar 266 tangki air. Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengatakan sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan sehingga rentan mengalami krisis air saat kemarau panjang.
“Enam dari tujuh kalurahan di Gedangsari biasanya membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada permohonan resmi yang masuk. Namun, pihak kapanewon memastikan kesiapan distribusi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Di tingkat kabupaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyiapkan total 1.150 tangki air bersih untuk tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa penyaluran akan diprioritaskan menggunakan anggaran kapanewon sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“BPBD menjadi cadangan. Jadi bantuan dari kapanewon digunakan terlebih dahulu agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelasnya.
Purwono juga mengingatkan masyarakat untuk mulai berhemat air sejak dini. Pasalnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap dampak kekeringan di Gunungkidul dapat ditekan, sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Pekan kedelapan Super League berlangsung 30 Oktober hingga 1 November 2026. Persija akan menghadapi Dewa United, sementara PSIM bertemu Borneo FC.
Juventus menggelar pemusatan latihan khusus selama dua hari setelah kalah dari Genoa. Spalletti berharap tim bangkit saat menjamu Napoli.
Motorola Razr Flex dirumorkan hadir dengan desain lipat lebar, layar OLED 165Hz, kamera 50 MP, baterai 5.000 mAh, dan Android 17.
Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick saat Al-Nassr mengalahkan Al-Kholood 5-3. Kemenangan ini membuat Al-Nassr mengoleksi 28 poin di Saudi Pro League.
Bernardo Tavares meminta Persebaya mewaspadai pertahanan rapat Persijap. Kebugaran pemain dan antisipasi bola mati menjadi perhatian jelang laga di GBT.