Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Seorang warga membakar dahan dan ranting kering di area pertanian di Kalurahan Bendung, Semin, Selasa (28/7/2026)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat tajam sepanjang musim kemarau 2026. Hingga Rabu (5/8/2026), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) BPBD Gunungkidul mencatat 28 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 20,7 hektare. Dari puluhan kasus tersebut, dua warga lanjut usia (lansia) meninggal dunia.
Lonjakan jumlah kejadian itu jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sepanjang 2025, kebakaran lahan yang tercatat di Gunungkidul hanya mencapai empat kasus.
Kebakaran Dipicu Pembakaran Lahan
Kasubag Tata Usaha UPT Damkarmat BPBD Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas warga yang membersihkan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, kondisi angin kencang saat musim kemarau membuat api cepat merambat sehingga sulit dikendalikan.
“Kebakaran lahan terjadi karena akitivitas pembakaran yang dilakukan oleh warga untuk kegiatan bersih-bersih. Tapi, karena embusan angin kencang, maka kobaran meluas,” kata Ngadiyono saat dihubungi, Rabu siang.
Ia menjelaskan, hingga saat ini luas lahan yang terbakar telah mencapai 20,7 hektare.
Dua Lansia Meninggal Akibat Kebakaran
Selain menyebabkan kerusakan lahan, kebakaran juga merenggut korban jiwa.
Ngadiyono menyebut korban pertama merupakan seorang warga di Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, yang meninggal pada akhir Juni 2026.
Sementara korban kedua merupakan warga di Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, yang meninggal pada pertengahan Juli 2026.
“Dua lansia menjadi korban karena kebakaran lahan,” katanya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
“Harus berhati-hati dan wajib waspada terhadap potensi kebakaran karena api sulit dipadamkan saat kemarau,” katanya.
BPBD Imbau Warga Tak Membakar Lahan
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan proses pemadaman kebakaran pada musim kemarau menjadi lebih sulit karena dipengaruhi angin kencang dan berkurangnya ketersediaan air.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Makanya kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar,” kata Purwono.
Masyarakat Diminta Hemat Air
Purwono menambahkan, wilayah Gunungkidul kini telah memasuki puncak musim kemarau. Selain meningkatkan risiko kebakaran, kondisi tersebut juga menyebabkan cadangan air bersih terus menurun.
Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Sekiranya tidak begitu penting, maka stok yang ada lebih baik disimpan. Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak dan mencuci,” katanya.
Untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026, BPBD Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan.
Status tersebut berlaku hingga 31 Agustus 2026 dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Menurut Purwono, penetapan status siaga darurat memungkinkan pemerintah memperoleh tambahan anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih.
“Status ini berakhir 31 Agustus, tapi bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan statuss ini, kami bisa mendapatkan tambahan anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Menaker Yassierli meminta lulusan perguruan tinggi meningkatkan kompetensi untuk mengikuti Program Magang Nasional 2026 yang membuka 150.000 kuota.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Rusia melalui Lemigas untuk ketahanan energi.
LKPP menegaskan pengadaan barang dan jasa menjadi penentu keberhasilan pembangunan serta mendorong UMKM masuk ekosistem digital di GPFE 2026.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.