Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo 27 Agustus, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Petugas BPBD Gunungkidul saat memasukan bantuan air ke dalam bak penampungan di Padukuhan Kemesu, Semugih, Rongkop. Istimewa-BPBD GK
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memfokuskan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino. Upaya mitigasi dilakukan dengan memastikan ketersediaan pangan, pengelolaan air, hingga identifikasi wilayah yang rawan terdampak.
Pemda DIY bersama instansi teknis terkait telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami dampak kemarau dan menjalin kerja sama antardaerah untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengantisipasi dampak El Nino terhadap kebutuhan pangan dan irigasi.
"Fokusnya dengan adanya El Nino ini kan kita juga harus tahu, termasuk mengantisipasinya baik dari sisi kebutuhan pangan, kemudian irigasi," kata Ni Made di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, berdasarkan laporan terbaru, ketersediaan pangan di DIY masih dalam kondisi stabil sehingga diharapkan musim kemarau tahun ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan.
"Kalau dari laporan kemarin, secara ketersediaan stabil untuk pangan. Stabil semua, stok masih memungkinkan. Mudah mudahan, dampak kemarau tahun ini tidak berdampak," katanya.
Selain memastikan pasokan pangan, Pemda DIY juga mendorong inovasi teknologi dalam pengelolaan air hujan agar dapat dimanfaatkan saat musim kemarau panjang. Salah satu upaya yang tengah diproses adalah pembangunan embung di Kabupaten Sleman.
"Pasti ada rekayasa, kan sekarang banyak teknologi mengelola air hujan itu sebagai simpanan. Nah ada usulan juga embung, dan ini masih berproses juga untuk perizinan pembangunan embung di Sleman," katanya.
Ni Made menjelaskan, dari empat kabupaten dan satu kota di DIY, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan atau kesulitan air berada di sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo.
Meski demikian, hingga saat ini Pemda DIY belum menerima laporan resmi mengenai lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat kemarau.
"Tatapi belum ada laporan yang sampai kemudian lahan pertanian mengalami gagal panen. Secara resmi lho ya, belum ada laporan ke kami," katanya.
Ia menambahkan, apabila terjadi kekeringan, penanganan masih dapat dilakukan secara cepat oleh masing-masing pemerintah kabupaten. Karena itu, Pemda DIY belum menetapkan status darurat kekeringan.
"Belum masuk ke kita (darurat kekeringan), itu kan tergantung situasi kondisi, jadi kepala daerah masing-masing yang menentukan kondisi (darurat) supaya kemudian ada penyikapan cepat untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Jadwal KSPN Jogja 13 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.