Festival Dolanan Tradisional di Jogja Ajak Anak Lepas dari Gadget

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 29 Juli 2026 15:17 WIB
Festival Dolanan Tradisional di Jogja Ajak Anak Lepas dari Gadget

Anak-anak menjalal permainan tradisional dalam Festival Dolanan Tradisional Suryodiningratan di Lapangan Suryodiningratan pada Minggu (26/7/2026)./ Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 100 anak dari empat kampung di Kelurahan Suryodiningratan, di Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja, mengikuti Festival Dolanan Tradisional 2026 di Lapangan Minggiran, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tahunan ini digelar untuk mengenalkan kembali permainan tradisional sekaligus mengajak anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Festival tersebut menjadi upaya pelestarian budaya yang juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk melatih kemampuan motorik, fisik, serta belajar berinteraksi dan berkompetisi secara sehat melalui permainan tradisional.

Ketua Kelurahan Budaya Suryodiningratan, Haryo Damar Teguh Wijoso, mengatakan festival ini merupakan bagian dari upaya nguri-uri kabudayan dengan memperkenalkan kembali dolanan tradisional warisan leluhur kepada generasi muda.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk nguri-uri kabudayan, dolanan tradisional peninggalan leluhur kita, dan mengembalikan anak-anak kepada permainan zaman dulu serta melepaskan sejenak dari HP. Sehingga anak-anak kembali berlatih motorik, fisik, berkompetisi, serta belajar tenggang rasa menerima menang dan kalah dengan baik," katanya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Haryo, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu melatih kemampuan motorik, fisik, hingga membentuk karakter anak. Seluruh peserta festival juga diwajibkan mengenakan busana adat Jawa sebagai bagian dari pengenalan identitas budaya sejak dini.

Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Persiapan festival dilakukan selama sekitar satu bulan melalui latihan di tingkat RW, sedangkan konsumsi peserta disiapkan secara swadaya oleh warga.

Sementara itu, Lurah Suryodiningratan, Subiyana, mengatakan festival tahunan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal budaya daerah. Saat ini terdapat sekitar 800 anak yang tinggal di wilayah Kelurahan Suryodiningratan.

"Kami menyelenggarakan event tahunan ini untuk membudayakan masyarakat, khususnya anak-anak. Wilayah Suryodiningratan memiliki sekitar 800 anak dan mereka memiliki bakat yang perlu dikembangkan. Harapan kami ini bisa menyokong Sumbu Filosofi sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk melestarikan budaya dan mengurangi penggunaan gadget," ujarnya.

Subiyana berharap kegiatan tersebut dapat terus mendukung pelestarian budaya di tingkat masyarakat sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi anak-anak di wilayahnya.

Di sisi lain, anggota Dewan Kebudayaan Kota Jogja, RM Donny Surya Megananda, mengapresiasi konsistensi Kelurahan Suryodiningratan dalam menjaga dan memajukan budaya melalui Festival Dolanan Tradisional.

Menurutnya, masing-masing kampung diberikan ruang untuk mengembangkan potensi budaya secara mandiri dengan dukungan anggaran rutin melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"Kelurahan Suryodiningratan ini meskipun statusnya rintisan Kelurahan Budaya, tetapi perhatiannya terhadap budaya tradisi sangat tinggi. Masing-masing dari empat kampung di sini diangkat potensinya secara mandiri dan dianggarkan rutin tiap tahun melalui Musrenbang. Ini patut menjadi pedoman dan acuan bagi kelurahan lain di DIY dalam mewujudkan pelestarian serta pemajuan kebudayaan," katanya.

Salah satu peserta festival, Fariska, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru melalui permainan tradisional bersama teman-temannya.

Menurut siswi kelas I SMP tersebut, permainan tradisional memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan bermain gim di telepon seluler karena memungkinkan anak-anak untuk berkumpul dan bermain secara langsung.

"Sekarang kan lumayan langka anak-anak yang mau ikut kegiatan seperti ini. Jadi saya ingin mencoba hal baru dan menambah pengalaman. Main permainan tradisional ini jauh lebih menarik karena bisa kumpul dan main bareng-bareng sama teman, beda kalau main game di HP yang biasanya sendiri-sendiri," ujarnya.

Festival Dolanan Tradisional 2026 diikuti peserta dari Kampung Pugeran, Kampung Kumendaman, Kampung Suryodiningratan, dan Kampung Minggiran. Mereka berkompetisi memperebutkan piala bergilir Kelurahan Suryodiningratan melalui berbagai perlombaan, seperti gobak sodor, egrang batok, balap bakiak, lomba tembang, hingga pentas teater dolanan anak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online