Kebakaran Vrama Billiard Jogja, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 03 Juli 2026 11:37 WIB
Kebakaran Vrama Billiard Jogja, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Kebakaran Vrama Billiard & Cafe di Jogja diduga dipicu korsleting listrik. Sebanyak 36 meja biliar hangus, tanpa korban jiwa. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kebakaran Vrama Billiard & Cafe di Jalan Kolonel Sugiyono No. 1275, Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, menghanguskan sebagian besar bangunan beserta puluhan meja biliar pada Jumat (3/7/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara dugaan awal mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang karyawan bagian dapur yang hendak memulai aktivitas kerja. Saat menyalakan lampu di area kitchen, karyawan tersebut mendengar suara letupan dari arah panggung. Setelah diperiksa, kobaran api sudah terlihat membesar di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, mengatakan karyawan bersama seorang rekan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kobaran api terus membesar sehingga keduanya memilih menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar.

"Selanjutnya saksi menghubungi Damkar dan melapor ke Polsek Mergangsan. Petugas Polsek bersama Damkar kemudian melakukan upaya pemadaman," ujarnya.

Untuk mengendalikan kebakaran Vrama Billiard & Cafe, sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Selain personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), proses pemadaman juga melibatkan Rescue Ambulance PMI, Puskesmas Mergangsan, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan berat, meliputi ruang resepsionis, restoran, area panggung beserta perlengkapan musik, 36 meja biliar, serta sejumlah ruangan di lantai atas dan bawah. Nilai kerugian materiil hingga kini masih dalam proses pendataan.

Sementara itu, Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 08.15 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api telah membesar sehingga diperlukan tambahan armada dari Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan BPBD.

"Ketika kami sampai di lokasi, api sudah membesar. Karena itu, selain mengerahkan personel dari Kota Jogja, kami juga meminta bantuan dari Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, serta BPBD," katanya.

Dalam penanganan insiden tersebut, Damkarmat Kota Jogja mengerahkan lima unit armada. Bantuan juga datang dari dua unit mobil pemadam Kabupaten Bantul, satu unit dari Kabupaten Sleman, serta personel dan peralatan BPBD Kota Jogja.

Taokhid menjelaskan berdasarkan keterangan awal dari pihak pengelola, kepulan asap mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WIB sebelum api membesar. Dugaan sementara, sumber kebakaran berasal dari korsleting listrik pada jaringan kabel di dalam bangunan.

"Informasi dari pihak pengelola, sekitar pukul 08.00 WIB sudah terlihat asap. Setelah dicek, api sudah membesar. Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik atau jaringan kabel," ujarnya.

Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Operasional Vrama Billiard & Cafe juga diperkirakan dihentikan sementara hingga proses investigasi penyebab kebakaran selesai dan pendataan kerugian dirampungkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online