Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Kepatihan, Kamis (22/1/2026). - Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akhirnya memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif setelah sekitar enam bulan posisi tersebut kosong. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, secara resmi melantik Budi Santosa Asrori sebagai Sekda Kota Jogja di Balai Kota Jogja, Rabu (8/7/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi birokrasi Pemkot Jogja. Hasto menegaskan, sekda baru harus mampu membawa perubahan signifikan, terutama dalam budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai tidak boleh berjalan seperti biasa.
“Tidak bisa business as usual. Harus ada terobosan, harus ada inovasi. Sekda harus gumregah dan mampu menggerakkan organisasi,” tegas Hasto dalam sambutannya.
Menurut Hasto, terpilihnya Budi Santosa Asrori merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang dilakukan panitia seleksi (pansel). Rekam jejak panjang serta pengalaman Budi di lingkungan Pemkot Jogja menjadi faktor utama dalam penunjukan tersebut.
Budi diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja. Pengalaman ini dinilai sangat relevan, mengingat sektor pendidikan merupakan salah satu bidang dengan jumlah ASN terbesar di lingkungan Pemkot.
“Beliau sudah terbiasa mengelola SDM dalam jumlah besar. Ini menjadi modal penting untuk memimpin ASN di Kota Jogja,” ujar Hasto.
Selain menuntut inovasi, Hasto juga menekankan pentingnya gaya kepemimpinan yang dekat dengan pegawai. Ia meminta sekda baru tidak hanya berperan sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga hadir langsung di lapangan dan menjadi teladan bagi seluruh ASN.
Ia mengibaratkan Sekda sebagai sosok pengasuh bagi aparatur di lingkungan pemerintah kota. Karena itu, pendekatan yang humanis dan keterlibatan aktif dinilai penting untuk mendorong perubahan organisasi secara menyeluruh.
“Jangan hanya menjadi non-playing captain. Harus turun langsung, bekerja bersama, dan memberi contoh,” katanya.
Dengan pengalaman yang dibangun dari bawah hingga posisi strategis, Budi dinilai memahami karakter birokrasi Pemkot Jogja secara mendalam. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi sekaligus mendorong reformasi birokrasi yang lebih efektif.
Pelantikan Sekda definitif ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan kinerja pemerintahan, sekaligus memperkuat pelayanan publik di Kota Jogja agar semakin responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.