Bukan Karena Gaji Kecil, Ini Penyebab Masyarakat Sulit Menabung
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Ratusan massa yang berasal dari lintas komunitas tergabung dalam Satuan Tim Inti Anti Kriminalitas (STAK) di Jogja mendatangi Polda DIY, Selasa (23/9/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan massa yang berasal dari lintas komunitas tergabung dalam Satuan Tim Inti Anti Kriminalitas (STAK) di Jogja mendatangi Polda DIY, Selasa (23/9/2025). Kedatangan massa untuk memberikan dukungan dalam upaya menciptakan Jogja aman.
Massa tersebut diterima oleh perwakilan pimpinan di lingkungan Mapolda DIY di antaranya Plt. Dirbinmas Polda DIY AKBP Kayuswan Tri Panungko, Dirintelkan Kombespol Wachyu Tribudi dan Dirlantas Kombespol Yuswanto Ardi.
Perwakilan Komunitas Ndoro Klentheng mengatakan kedatangan massa tersebut murni sebagai bentuk empati atas peristiwa demonstrasi berujung perusakan yang terjadi di lingkungan Polda DIY beberapa waktu lalu. Oleh karena itu ia mendorong agar seluruh elemen lintas ormas dan komunitas yang ada di DIY harus bersatu untuk melakukan tindakan preventif.
BACA JUGA: Lisa Mariana Santai Disebut Janda, Usai Ditalak Tiga
Tujuan kedatangannya untuk menyatakan sikap bersama-sama dalam menciptakan Jogja aman. "Karena Jogja kota wisata, keamanan adalah mutlak, sehingga harus dikedepankan dalam mengupayakan keamanan. Maka kami dari 180 komunitas, relawan dan ormas siap mendukung untuk mewujudkan Jogja aman," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sejumlah persoalan khususnya berkaitan dengan generasi muda. Menurutnya kalangan anak muda perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan keamanan dengan mengedepankan preventif.
"Berkaitan dengan keamanan, ketertiban, attitude adik-adik generasi muda ini, bagaimana agar kami juga dibantu atau bersama-sama menanganinya," katanya.
Plt. Dirbinmas Polda DIY, AKBP Kayuswan Tri Panungko mengapresiasi massa lintas komunitas yang datang ke Mapolda dengan niat yang tulus dalam upaya menciptakan rasa aman di Jogja. Ia menyadari bahwa elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cit aman tersebut, apalagi Jogja menjadi salah satu kota tujuan wisata.
"Peran mereka sangat penting, kami menyadari jumlah anggota Polri terbatas, butuh informasi yang cepat dan peran masyarakat, komunitas ini harapan kami bisa membantu. Tetapi kami tetap membatasi terkait apa kewenangan kami dan apa kewenangan mereka selaku komunitas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.