73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Antara/Syifa YulinnasSejumlah personel Polres Aceh Barat bersama petugas BPBD berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Cot Seumeureng, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (12/6/2026).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan selama musim kemarau. Selain meningkatkan risiko kebakaran, aktivitas tersebut berpotensi mengganggu habitat monyet ekor panjang sehingga satwa liar dapat berpindah ke kawasan permukiman.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan kebakaran lahan di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dalam beberapa hari terakhir. Meski lokasi kejadian berada jauh dari permukiman, potensi meluasnya api tetap menjadi perhatian karena kondisi cuaca kering dan embusan angin yang cukup kencang.
Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto, mengatakan laporan kebakaran lahan di wilayah perbatasan menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan api selama musim kemarau.
"Dalam beberapa hari terakhir ada laporan kebakaran lahan di area perbukitan di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri," kata Wasdiyanto saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, meski titik kebakaran berada jauh dari kawasan permukiman, ancaman yang ditimbulkan tetap tidak bisa diabaikan. Api dapat dengan cepat membesar akibat tiupan angin sehingga membahayakan orang yang melakukan pembakaran maupun menyulitkan proses pemadaman.
"Harus jadi perhatian sehingga tidak boleh melakukan pembakaran secara sembarangan. Ini juga berlaku untuk yang berada di area permukiman karena api sulit dipadamkan saat musim kemarau," ungkapnya.
Wasdiyanto menjelaskan, dampak kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga dapat merusak keseimbangan ekosistem di kawasan perbukitan. Wilayah tersebut merupakan habitat monyet ekor panjang yang bergantung pada kondisi lingkungan untuk mencari makan dan berlindung.
Apabila habitatnya terganggu akibat kebakaran, satwa liar berpotensi berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman, termasuk mendekati kawasan permukiman. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
"Kalau sampai terjadi, maka jadi pekerjaan baru yang harus diselesaikan agar konflik dengan satwa tidak meluas," ungkapnya.
Polsek Semin mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran terbuka selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan perbukitan maupun lahan terbuka. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menjaga habitat satwa liar agar tetap terpelihara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
BMKG memprediksi musim hujan DIY mulai akhir November hingga Desember 2026. El Niño dan dinamika atmosfer-laut memengaruhi kondisi tersebut.
Polisi menduga bakul nasi goreng di Karanganyar meninggal akibat gagal jantung. Luka di pelipis kanan diduga akibat benturan saat terjatuh.
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Jogja 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, jam operasional, dan syarat perpanjangan SIM.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut revisi UU LLAJ akan mengatur transportasi online, termasuk ojol, dengan target rampung pada 2026.