Nenek di Rongkop Tewas Diduga Saat Padamkan Api Pembakaran Sampah

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 30 Juni 2026 10:17 WIB
Nenek di Rongkop Tewas Diduga Saat Padamkan Api Pembakaran Sampah

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Seorang nenek berusia 76 tahun bernama Usrek ditemukan meninggal dunia di area lahan terbakar di Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Senin (29/6/2026) malam. Korban diduga meninggal saat berupaya memadamkan api yang berasal dari aktivitas pembakaran sampah di perkarangan rumahnya.

Kapolsek Rongkop, AKP Sartono, menjelaskan korban diketahui pergi ke belakang rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk membakar sampah di lahan miliknya. Namun, hingga waktu Magrib korban tidak kembali ke rumah sehingga memunculkan kekhawatiran warga karena kondisi rumah dalam keadaan gelap.

Warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian secara bersama-sama. Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka menemukan sandal milik korban di dekat lokasi sumber api yang masih menyala.

"Upaya penelusuran pun dilakukan hingga menemukan korban di area bukit di Pegunungan Kidul dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya juga langsung dibawa ke Puskesmas Rongkop untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Sartono, Selasa (30/6/2026) pagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh dengan kondisi kulit mengelupas. Petugas juga menemukan luka di bagian leher. Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.

Sartono menduga korban meninggal ketika berusaha memadamkan api yang sebelumnya digunakan untuk membakar sampah. Api diduga merembet hingga membakar lahan di kawasan perbukitan Pegunungan Kidul.

"Saat membakar sampah, korban sendirian," katanya.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Harus berhati-hati lagi saat beraktivitas untuk keselamatan," ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Sejak awal Mei 2026, tercatat sudah terjadi tiga kasus kebakaran lahan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengatakan ancaman kebakaran tidak hanya terjadi pada bangunan, tetapi juga meningkat di kawasan hutan dan lahan ketika musim kemarau berlangsung.

Menurutnya, kebakaran lahan umumnya dipicu aktivitas pembersihan lahan untuk persiapan musim tanam dengan cara membakar. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian.

Nanang mencatat, hingga akhir Juni 2026 sudah terjadi tiga kasus kebakaran lahan sejak musim kemarau dimulai. Proses pemadaman pada musim kemarau juga lebih sulit karena keterbatasan sumber air dan embusan angin yang mempercepat penyebaran api.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan sampah di area lahan dengan membakar tanpa diawasi sampai benar-benar padam. Tujuannya, agar kebakaran lahan bisa ditekan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online