Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Pembuangan Bayi di Semin Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 04 Agustus 2026 13:37 WIB
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Pembuangan Bayi di Semin Gunungkidul

Bayi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polsek Semin terus mendalami kasus penemuan bayi yang diduga dibuang di Padukuhan Kemejing I, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin. Hingga Selasa (4/8/2026), polisi telah memeriksa empat saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap pelaku yang hingga kini masih dalam pencarian.

Kapolsek Semin, AKP Aris Sugiyanto, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Polisi berharap pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti dapat mengarah pada identitas pelaku.

“Masih kita selidiki. Mudah-mudahan segera ada titik temu untuk mengungkap kasus ini,” kata Aris kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Empat Saksi Diperiksa, Polisi Amankan Barang Bukti

Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari empat saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan bayi.

Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi, di antaranya tas dan jaket yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut.

Menurut Aris, seluruh barang bukti tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap pelaku pembuangan bayi.

Polisi Pastikan Tak Terkait Kasus Bunuh Diri di Ponjong

Polisi juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat mengenai dugaan keterkaitan kasus pembuangan bayi dengan peristiwa bunuh diri di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong.

Aris mengakui isu tersebut sempat berkembang beberapa jam setelah bayi ditemukan. Namun, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan awal menunjukkan kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.

“Memang sempat ada berita bias bahwa pelaku bunuh diri merupakan ibu dari pembuang bayi. Tapi, hasil olah TKP dan penyelidikan belum ada kaitannya di antara dua kasus ini,” katanya.

Bayi Dalam Kondisi Sehat

Di tengah proses penyelidikan, polisi memastikan kondisi bayi yang ditemukan dalam keadaan baik dan sehat.

Untuk sementara waktu, bayi tersebut dititipkan di LPKA An Nur Srimpi di Kapanewon Karangmojo, lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk menangani anak yang masuk kategori terlantar.

“Kondisi baik dan sehat. Untuk sementara dititipkan di LPKA Srimpi yang merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah guna menangani anak yang masuk kategori terlantar,” katanya.

Berawal dari Tangisan Bayi di Bawah Rumpun Bambu

Sebelumnya, warga Padukuhan Kemejing I digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang ditinggalkan di tanah pekarangan milik warga pada Senin (3/8/2026).

Lurah Kemejing, Sugiyarto, mengatakan bayi pertama kali ditemukan setelah seorang warga bernama Sutinem mendengar suara tangisan sekitar pukul 05.30 WIB.

Karena penasaran, Sutinem mencari sumber suara hingga menemukan bayi yang masih berlumuran darah dengan ari-ari yang masih menempel.

“Posisi bayi dimasukan dalam tas dan diletakan di bawah pohon bambu. Dilihat dari kondisinya, kemungkinan bayi yang dibuang baru dilahirkan,” kata Sugiyarto, Senin siang.

Sugiyarto mengungkapkan, sebelum penemuan bayi, anak dari saksi sempat mendengar suara ketukan di pintu dan jendela rumah sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada ibunya karena merasa ketakutan. Beberapa jam kemudian, terdengar tangisan bayi dari lokasi penemuan.

“Sudah dilaporkan ke ibunya karena merasa takut hingga akhirnya beberapa jam kemudian mendengar suara tangisan bayi,” katanya.

Setelah ditemukan, kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Semin, sedangkan bayi dibawa ke Puskesmas Semin 1 untuk mendapatkan penanganan medis.

Sugiyarto memastikan kondisi bayi tetap sehat meski saat ditemukan tali ari-arinya masih menempel.

“Meski tali ari-arinya masih ada, kondisi bayi sehat. Tapi, untuk memastikan juga sudah dibawa ke Puskesmas Semin. Untuk pengungkapan kasus kami serahkan ke polisi,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online