Anggaran Droping Air Dipangkas, BPBD Gunungkidul Siapkan BTT

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 02 Juli 2026 00:37 WIB
Anggaran Droping Air Dipangkas, BPBD Gunungkidul Siapkan BTT

Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan pemangkasan anggaran untuk droping air bersih pada 2026 tidak akan mengganggu distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang, menjelaskan pagu awal anggaran droping air sebesar Rp380,5 juta kini dipangkas menjadi Rp346,5 juta.

Dampaknya, jumlah distribusi air bersih turun dari sekitar 1.500 tangki menjadi sekitar 1.150 tangki. Meski begitu, jumlah bantuan tetap bersifat dinamis karena menyesuaikan harga BBM.

“Jumlah bantuan yang dikirim masih naik turun karena dipengaruhi harga BBM,” kata Nanang, Kamis (1/7/2026).

12 Kapanewon Siapkan Anggaran Mandiri

BPBD mencatat dari 18 kapanewon di Gunungkidul, sebanyak 12 wilayah telah memiliki anggaran droping air sendiri, yakni Purwosari, Panggang, Paliyan.

Selain itu, anggaran droping juga dialokasikan untuk Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Girisubo. Patuk, Gedangsari, Nglipar. Begitu juga ke wilayah Semanu dan Ponjong.

Sementara enam kapanewon lain seperti Wonosari, Saptosari, Karangmojo, Playen, Semin, dan Ngawen belum memiliki alokasi khusus.

Siaga Kekeringan hingga Agustus

Untuk mengantisipasi dampak kemarau, BPBD telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi kekeringan melalui SK No.154/KPTS/2026.

Status ini berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, memastikan pemangkasan anggaran tidak menjadi kendala karena masih ada dukungan dari Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kalau kurang, bisa mengambil dari anggaran BTT,” ujarnya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, menyebut total anggaran BTT tahun ini mencapai Rp8,6 miliar.

Dana tersebut disiapkan untuk kebutuhan darurat, termasuk penanganan kekeringan dan penambahan droping air bersih.

Imbauan Hemat Air di Musim Kemarau

BPBD memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung hingga November 2026. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menggunakan air sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Langkah sederhana seperti tidak membiarkan kran bocor dan menggunakan air secukupnya dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih.

Dengan kombinasi anggaran reguler dan cadangan BTT, pemerintah optimistis distribusi air bersih tetap berjalan optimal meski menghadapi keterbatasan anggaran di tengah ancaman kemarau panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online