Padat Karya Gunungkidul 2026 Serap 1.976 Pekerja, Tersebar di 65 Titik
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 25.640 siswa di Kabupaten Gunungkidul menjadi sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang mulai digelar sepanjang Agustus 2026. Program yang dijalankan Dinas Kesehatan Gunungkidul tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan anak sekolah dari sejumlah penyakit melalui pemberian vaksin Measles and Rubella (MR), Tetanus Difteri (TD), dan Human Papillomavirus (HPV).
Pelaksanaan BIAS dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Agustus dan November 2026. Tahap pertama dimulai pada bulan ini dengan sasaran siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 di berbagai sekolah di Gunungkidul.
Tahap Pertama Menyasar Tiga Jenis Vaksin
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan program BIAS merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga kekebalan tubuh anak usia sekolah.
"Vaksinasi pertama dilaksanakan di bulan ini," kata Ismono, Jumat (7/8/2026).
Pada pelaksanaan Agustus, siswa kelas 1 menjadi penerima vaksin Measles and Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella dengan sasaran 8.269 anak.
Sementara itu, siswa kelas 2 akan memperoleh vaksin Tetanus Difteri (TD) dengan target 8.470 anak.
Adapun siswa kelas 5 dijadwalkan menerima vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Jumlah sasaran pada kelompok ini mencapai 8.901 anak.
"Semoga program vaksinasi ini berjalan dengan lancar," katanya.
Target Cakupan Imunisasi Capai 95%
Dinas Kesehatan Gunungkidul menargetkan tingkat keberhasilan pelaksanaan imunisasi tahun ini mencapai sedikitnya 95 persen dari total sasaran.
"Kami yakin bisa terlampaui target ini," ujar Ismono.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui dukungan sekolah, tenaga kesehatan, serta partisipasi orang tua dalam memastikan anak mengikuti program imunisasi sesuai jadwal.
Dinas Pendidikan Siap Dukung Pelaksanaan BIAS
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, memastikan pihaknya siap mendukung penuh penyelenggaraan BIAS yang digelar Dinas Kesehatan Gunungkidul.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik agar memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap berbagai penyakit.
"Akan digelar dua kali. Pertama dilaksanakan bulan Agustus ini dan yang kedua pada November mendatang. Sasaran vaksin untuk anak kelas 1,2 dan 5," kata Nunuk.
Ia menegaskan seluruh sekolah di Gunungkidul diharapkan berpartisipasi aktif agar pelaksanaan vaksinasi berlangsung aman dan lancar.
"Semua pihak harus berpartisipasi karena demi mendukung kesehatan para generasi muda. Untuk program sudah berjalan rutin setiap tahunnya."
DPRD Minta Sosialisasi Terus Diperkuat
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, berharap pelaksanaan BIAS berjalan sesuai rencana sekaligus diiringi sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat.
Menurutnya, penyampaian informasi yang baik diperlukan agar masyarakat memahami tujuan program imunisasi dan tidak muncul polemik selama pelaksanaan.
"Tujuan dari program vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh anak-anak dari penyakit, makanya harus disosialiasikan dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik keberlanjutan melalui aksi penanaman 20.000 bibit mangrove
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.