Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 06 Agustus 2026 18:57 WIB
Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis sore (6/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo terus menunjukkan perkembangan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan progres ruas tol tersebut telah mencapai 98%, sekaligus menyiapkan akses baru dari exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo untuk memperkuat konektivitas menuju Gunungkidul.

Perkembangan proyek itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, saat bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis sore (6/8/2026).

Exit Tol Purwomartani Akan Terhubung ke Bokoharjo

Rivan menjelaskan, selain penyelesaian ruas Tol Jogja-Solo hingga Purwomartani, Jasa Marga juga menyiapkan jalan penghubung menuju Bokoharjo sepanjang sekitar 1,9 kilometer.

Akses tersebut dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Bandara Adisutjipto sekaligus membuka jalur alternatif menuju Bantul dan Gunungkidul melalui Jalan Raya Wonosari.

"Tentu ini adalah satu upaya untuk memastikan bahwa pengaturan atas lalu lintas tidak langsung memacetkan di Adisucipto, dan sekaligus juga untuk mendukung seluruh wilayah baik mau ke Bantul, Gunungkidul, maupun juga bisa menggunakan Jalan Raya Wonosari," jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan tersebut bukan perpanjangan jalan tol hingga Gunungkidul, melainkan akses penghubung dari exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo.

Menurutnya, keberadaan jalan baru itu akan mempermudah masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Gunungkidul.

"Jadi ini sangat membantu, dan termasuk untuk masyarakat juga yang contoh dari Jogja Selatan lewat Jalan Raya Wonosari juga bisa masuk tol ke Jogja-Solo melalui Bokoharjo," ujarnya.

Ditargetkan Fungsional Saat Lebaran 2027

Jasa Marga menargetkan akses tersebut dapat difungsikan secara terbatas pada arus mudik dan balik Lebaran 2027.

Rivan mengatakan percepatan pembangunan diperlukan karena volume kendaraan yang melintasi kawasan tersebut terus meningkat.

Ia menyebut lalu lintas saat ini telah mencapai sekitar 12.000 kendaraan, dan diperkirakan meningkat menjadi 20.000 kendaraan pada tahun depan.

Saat ini pekerjaan konstruksi masih berlangsung di kawasan Adisutjipto, termasuk pembangunan struktur yang melintasi jalur kereta api dan Sungai Opak.

Jasa Marga berharap seluruh pekerjaan utama dapat dipercepat selama tahun ini agar akses tersebut siap digunakan secara fungsional pada Lebaran mendatang.

Tahap Selanjutnya Menuju Wates dan Muntilan

Selain penyelesaian ruas menuju Purwomartani, Jasa Marga juga menyiapkan tahap lanjutan pembangunan jalan tol di DIY.

Rivan mengatakan ruas Tol Jogja-Solo akan diteruskan hingga Wates, sedangkan Tol Jogja-Bawen akan berlanjut sampai Muntilan.

Di sisi lain, pembangunan ruas Jombor-Trihanggo hingga Sleman Junction ditargetkan selesai pada tahun ini.

Ia juga mengungkapkan adanya perubahan arah pembangunan sesuai arahan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Semula, koneksi menuju Bandara YIA direncanakan melalui Maguwoharjo, namun kini diarahkan dari kawasan Jombor.

"Seharusnya tahun depan, tadi dipercepat, insya Allah kami akan mempersiapkan. Untuk itulah di sekitar Ring Road mungkin bisa dilihat termasuk persiapannya untuk memastikan bahwa pada waktu tahun 2027 nanti progres pembangunan untuk melintasi Ringroad sudah bisa dimulai," jelasnya.

Sultan Soroti Konektivitas Jalan Provinsi dan Kabupaten

Sementara itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai pembangunan jalan tol harus diikuti dengan peningkatan konektivitas jalan provinsi maupun jalan kabupaten agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Menurut Sultan, akses dari Gunungkidul menuju Bokoharjo merupakan salah satu jalur penting karena menjadi pintu menuju sekitar 10 hingga 11 destinasi wisata.

Namun, kondisi jalan saat ini dinilai masih belum memadai untuk dilalui bus wisata karena lebarnya terbatas.

"Berarti apa, kita punya persoalan. Itu kan jalan kabupaten, ya kan? Apakah boleh ditingkatkan menjadi jalan provinsi? Kan gitu. Berarti kan jadi beban provinsi. Tapi kalau ditingkatkan sebelum ada pelebaran apakah bisa?," ujarnya.

Sultan juga menyoroti konektivitas dari kawasan Nglanggeran menuju Bokoharjo yang masih membutuhkan peningkatan agar dapat dilalui kendaraan besar.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam penyelesaian pembangunan akses tersebut.

Ia menambahkan, meski keberadaan akses tol akan memberikan manfaat besar bagi Gunungkidul yang sebelumnya belum terhubung jaringan jalan tol, pembangunan jalur penghubung masih harus dituntaskan.

"Tapi faktanya kan duitnya ya terbatas, sehingga masih sekarang dibangun 1,9, berarti tahun depan kan tetap sisanya 1,1 kan harus dibangun. Selama itu tidak dibangun kan enggak nyambung ke tol, kan gitu."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online