Pos TPR Dinilai Tak Layak, DPRD Khawatir Citra Parangtritis Turun
DPRD Bantul mengkritik kesiapan TPR Parangtritis yang dinilai belum layak dan berpotensi memengaruhi PAD serta citra wisata unggulan daerah.
Harian Jogja/Kiki LuqmanAntrian bus wisatawan di jalan Parangtritis yang hendak menuju ke beberapa destinasi pantai wilayah Bantul pada Minggu (12/7/2026).
Harianjogja.com, BANTUL—Musim libur sekolah kembali memberi dorongan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul. Selama periode liburan, lebih dari 200 ribu wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata sehingga turut meningkatkan pendapatan daerah dari retribusi wisata serta mendongkrak tingkat hunian hotel.
Berdasarkan data sementara Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 200.359 orang. Dari aktivitas tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh melalui retribusi objek wisata mencapai Rp2.766.420.500.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan jumlah kunjungan pada musim liburan tahun ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, selisih tersebut dinilai tidak terlalu signifikan mengingat pola perjalanan wisatawan kini mulai mengalami perubahan.
"Periode 20 Juni sampai 12 Juli 2026 jumlah kunjungan mencapai 200.359 orang dengan PAD sebesar Rp2.766.420.500. Sementara pada periode yang sama tahun lalu tercatat 216.274 wisatawan," kata Markus, Senin (13/7/2026).
Pada musim libur sekolah tahun sebelumnya, tepatnya periode 21 Juni hingga 13 Juli 2025, jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Bantul tercatat sebanyak 216.274 orang. Meski terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, Bantul masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan selama musim liburan, terutama kawasan pantai selatan yang tetap dipadati pengunjung setiap akhir pekan.
Ramainya aktivitas wisata juga memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan. Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, mengatakan tingkat hunian hotel selama musim liburan sekolah berada di kisaran 70 persen.
Menurut Yohanes, angka tersebut lebih baik dibandingkan capaian pada musim libur sekolah tahun lalu, meskipun tingkat okupansi hotel masih memiliki peluang untuk terus meningkat.
"Untuk okupansi selama musim liburan di Kabupaten Bantul cukup lumayan, di angka 70 persen. Jadi boleh dikatakan melebihi dari tahun kemarin," ujar Yohanes.
Ia menilai peningkatan kunjungan wisata perlu terus dijaga melalui penyelenggaraan lebih banyak agenda wisata, festival, maupun kegiatan berskala nasional yang mampu mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Bantul. Semakin panjang masa tinggal wisatawan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha pariwisata dan perhotelan.
"Belum maksimal. Tetapi harapan kami tentunya ini bisa menjadi bulan yang baik untuk ke depannya, semoga peningkatan okupansi terus meningkat," katanya.
Menurut Yohanes, tren selama musim liburan sekolah menunjukkan sektor perhotelan di Kabupaten Bantul mulai bergerak ke arah yang lebih positif. Peningkatan okupansi yang diikuti ramainya aktivitas wisata di berbagai destinasi unggulan menjadi sinyal bahwa pariwisata Bantul masih memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengkritik kesiapan TPR Parangtritis yang dinilai belum layak dan berpotensi memengaruhi PAD serta citra wisata unggulan daerah.
Guru SDN Srengseng Sawah 15 menceritakan detik-detik menerima ancaman bom via WhatsApp saat upacara hari pertama MPLS.
Hadirnya BTS Telkomsel di Desa Cipetung bukan hanya menghadirkan sinyal, tetapi juga membuka akses menuju dunia yang lebih luas
Jamasan Tombak Kyai Turunsih di Sleman membawa pesan welas asih, introspeksi diri, dan pelestarian budaya pada awal Tahun Baru Jawa dan Islam.
Hari pertama pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul masih sepi. Pendaftaran Pilur Serentak 2026 dibuka hingga 23 Juli.
Nasib Kawasan Industri Piyungan masih menunggu keputusan pemerintah pusat setelah kewenangan pengelolaan izin PT YIP beralih dari Pemkab Bantul.