Libur Sekolah, Dishub Bantul Optimalkan Parkir Pantai Parangtritis
Dishub Bantul mengoptimalkan parkir Pantai Parangtritis saat libur sekolah dengan papan petunjuk, evaluasi TPR, dan antisipasi rekayasa lalu lintas.
Singgih Prabowo saat menunjukkan air kerannya yang tercemar dapur MBG. / Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Dugaan pencemaran air sumur yang dikaitkan dengan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Padukuhan Wonodoro RT 07, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, mulai mendapat perhatian pemerintah kalurahan. Laporan warga telah diterima dan proses mediasi antara pihak terkait dijadwalkan untuk mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan selama beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Kalurahan Mulyodadi menyatakan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi setelah menerima aduan dari warga. Hasil peninjauan awal menunjukkan adanya perubahan kondisi air sumur bor yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga.
Salah satu warga terdampak, Prabowo Singgih, 54, mengaku mulai merasakan perubahan kualitas air sekitar satu bulan setelah dapur MBG yang berada di samping rumahnya beroperasi pada 6 April 2026.
Menurut dia, pada awal Mei air sumur mulai mengeluarkan busa menyerupai air yang tercampur deterjen. Kondisi tersebut kemudian terus memburuk hingga membuat air tidak lagi layak digunakan untuk memasak, mandi maupun mencuci.
“Namun pada awal bulan Mei 2026 sumur atau sekitar satu bulan setelah SPPG beroperasi, air sumur bor mulai keluar busa seperti air dicampur dengan deterjen,” katanya, Senin (6/7/2026).
Prabowo menuturkan, semakin mendekati akhir Mei, jumlah busa yang muncul terus bertambah. Selain berbusa, air juga disebut mengalami perubahan warna, menimbulkan bau tertentu, bahkan ditemukan kotoran dan hewan kecil di dalamnya.
Akibat kondisi tersebut, keluarganya memutuskan menghentikan penggunaan air sumur dan beralih ke layanan PDAM sejak akhir Juni. Keputusan itu membuat pengeluaran rumah tangga bertambah karena harus membayar biaya langganan air bersih setiap bulan.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan kualitas air sebelum dapur MBG beroperasi. Selama bertahun-tahun, air sumur di rumahnya dinilai jernih, tidak berbau, dan tidak pernah menimbulkan persoalan.
“Sebelum SPPG itu beroperasi air sumur bor jernih dan tidak berbusa, tidak berbau dan tidak ada hewannya,” ujarnya.
Prabowo mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pengelola SPPG. Namun hingga kini ia merasa belum mendapatkan tindak lanjut yang memuaskan. Karena itu, laporan juga disampaikan kepada pemerintah padukuhan, pemerintah kalurahan hingga aparat kepolisian.
Keluhan serupa disampaikan Budi Iswara, kakak Prabowo, yang merupakan pemilik bangunan yang saat ini disewakan untuk operasional dapur MBG. Ia mengatakan persoalan yang disampaikan bukan bertujuan menghambat program pemerintah, melainkan mencari penyelesaian atas dampak yang dirasakan keluarganya.
Menurut Budi, saat menyampaikan keberatan kepada pihak penyewa, respons yang diterimanya justru tidak sesuai harapan. Ia bahkan mengaku sempat dituding sebagai pihak yang memprovokasi persoalan limbah tersebut.
Di sisi lain, Lurah Mulyodadi Ari Sapto Nugroho membenarkan adanya laporan dari warga terkait dugaan pencemaran sumur. Pemerintah kalurahan, kata dia, telah mengecek langsung kondisi di lapangan.
“Sudah ada laporan dan saya sudah datangi rumah warga tersebut dan memang air sumur bor kondisinya seperti itu,” katanya.
Ari menjelaskan, seluruh pihak yang berkaitan akan dipertemukan dalam forum mediasi guna mencari jalan keluar terbaik. Selain membahas kebutuhan warga terdampak, pertemuan juga diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab perubahan kualitas air sumur.
Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis nasional yang harus berjalan baik, tetapi pelaksanaannya juga tidak boleh menimbulkan kerugian bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Ya nanti akan kita bahas bagaimana solusi terbaiknya sebab ini program unggulan Presiden Prabowo namun program itu tidak bisa merugikan warga,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti perubahan kondisi air sumur masih menunggu pembahasan lebih lanjut dan kemungkinan pemeriksaan teknis. Warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan kepastian agar akses terhadap air bersih dapat kembali normal tanpa menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul mengoptimalkan parkir Pantai Parangtritis saat libur sekolah dengan papan petunjuk, evaluasi TPR, dan antisipasi rekayasa lalu lintas.
Brasil tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Ancelotti sebut ini awal siklus baru, bukan akhir
Tiga pemain Norwegia di Piala Dunia 2026 ternyata merupakan putra anggota skuad Norwegia pada Piala Dunia 1994. Kisah lintas generasi menarik perhatian dunia.
KPK mengungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah melaporkan penolakan gratifikasi usai OTT Kuansing. Laporan kini sedang diverifikasi.
Jadwal Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa 7 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di TVRI. Simak head-to-head dan prediksi susunan pemain!
Beyoncé merilis Morning Dew setelah dua tahun vakum. Lagu tersebut memicu spekulasi soal album Act III yang dinanti penggemar di seluruh dunia.