Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Foto ilustrasi ikan tuna - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dijalankan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul terus memperluas jangkauan edukasi kepada pelajar dan masyarakat. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 675 siswa dari 22 sekolah telah mengikuti sosialisasi, sementara realisasi keseluruhan program tahun ini telah mencapai sekitar 87 persen.
Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar agenda Gemarikan yang disusun DKP Bantul untuk tahun 2026 telah terlaksana. Selain menyasar lingkungan sekolah, sosialisasi juga digelar melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan di sejumlah kapanewon.
Pelajar Jadi Sasaran Utama Gemarikan
Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul, Susmawati, mengatakan pihaknya optimistis seluruh target kegiatan dapat diselesaikan hingga akhir tahun.
"Pelaksanaan Gemarikan di Kabupaten Bantul saat ini sudah mencapai sekitar 87 persen. Kami optimistis seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target tahun ini," katanya, Jumat (10/7).
Menurut Susmawati, pelajar dipilih sebagai salah satu sasaran utama karena pembentukan kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi perlu dimulai sejak usia sekolah. Melalui program ini, siswa diperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein hewani yang berperan penting bagi pertumbuhan, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh.
Edukasi Juga Menjangkau Masyarakat
Pelaksanaan Gemarikan tidak hanya berlangsung di sekolah. DKP Bantul juga menggandeng berbagai elemen masyarakat melalui forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN).
"Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan juga menyasar masyarakat umum melalui forum-forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN)," jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman mengenai pentingnya konsumsi ikan, tidak hanya di kalangan anak-anak, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Dukung Perbaikan Gizi dan Penurunan Stunting
Selama pelaksanaan program tahun ini, DKP Bantul telah menggelar puluhan kegiatan sosialisasi di berbagai wilayah. Sasaran program mencakup sekolah, komunitas masyarakat, kegiatan bakti sosial, hingga pertemuan warga di tingkat padukuhan.
Jumlah peserta dalam setiap kegiatan bervariasi sehingga penerima manfaat terus bertambah dari waktu ke waktu.
"Harapan kami, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat makan ikan, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran mengonsumsi ikan terus meningkat," ujarnya.
Susmawati menjelaskan, Gemarikan merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat.
"Di Bantul, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting," ungkapnya.
Dorong Kesejahteraan Pelaku Perikanan
Menurut Susmawati, meningkatnya konsumsi ikan tidak hanya berdampak pada kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan pelaku sektor perikanan.
Semakin tinggi permintaan terhadap produk perikanan, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, hingga pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Bantul.
Pelaksanaan Gemarikan akan terus berlanjut hingga seluruh agenda tahun 2026 rampung. DKP Bantul menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan sehingga realisasi program mencapai 100 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.