Kasus DBD di Bantul Turun Drastis, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
Foto ilustrasi ikan tuna - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dijalankan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul terus memperluas jangkauan edukasi kepada pelajar dan masyarakat. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 675 siswa dari 22 sekolah telah mengikuti sosialisasi, sementara realisasi keseluruhan program tahun ini telah mencapai sekitar 87 persen.
Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar agenda Gemarikan yang disusun DKP Bantul untuk tahun 2026 telah terlaksana. Selain menyasar lingkungan sekolah, sosialisasi juga digelar melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan di sejumlah kapanewon.
Pelajar Jadi Sasaran Utama Gemarikan
Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul, Susmawati, mengatakan pihaknya optimistis seluruh target kegiatan dapat diselesaikan hingga akhir tahun.
"Pelaksanaan Gemarikan di Kabupaten Bantul saat ini sudah mencapai sekitar 87 persen. Kami optimistis seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target tahun ini," katanya, Jumat (10/7).
Menurut Susmawati, pelajar dipilih sebagai salah satu sasaran utama karena pembentukan kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi perlu dimulai sejak usia sekolah. Melalui program ini, siswa diperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein hewani yang berperan penting bagi pertumbuhan, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh.
Edukasi Juga Menjangkau Masyarakat
Pelaksanaan Gemarikan tidak hanya berlangsung di sekolah. DKP Bantul juga menggandeng berbagai elemen masyarakat melalui forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN).
"Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan juga menyasar masyarakat umum melalui forum-forum kemasyarakatan dan kegiatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN)," jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman mengenai pentingnya konsumsi ikan, tidak hanya di kalangan anak-anak, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Dukung Perbaikan Gizi dan Penurunan Stunting
Selama pelaksanaan program tahun ini, DKP Bantul telah menggelar puluhan kegiatan sosialisasi di berbagai wilayah. Sasaran program mencakup sekolah, komunitas masyarakat, kegiatan bakti sosial, hingga pertemuan warga di tingkat padukuhan.
Jumlah peserta dalam setiap kegiatan bervariasi sehingga penerima manfaat terus bertambah dari waktu ke waktu.
"Harapan kami, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat makan ikan, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran mengonsumsi ikan terus meningkat," ujarnya.
Susmawati menjelaskan, Gemarikan merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat.
"Di Bantul, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting," ungkapnya.
Dorong Kesejahteraan Pelaku Perikanan
Menurut Susmawati, meningkatnya konsumsi ikan tidak hanya berdampak pada kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan pelaku sektor perikanan.
Semakin tinggi permintaan terhadap produk perikanan, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, hingga pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Bantul.
Pelaksanaan Gemarikan akan terus berlanjut hingga seluruh agenda tahun 2026 rampung. DKP Bantul menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan sehingga realisasi program mencapai 100 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.