Libur Sekolah, Lalu Lintas di Bantul Ramai Lancar, Jaga Keselamatan

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 10 Juli 2026 13:47 WIB
Libur Sekolah, Lalu Lintas di Bantul Ramai Lancar, Jaga Keselamatan

Situasi lalu lintas di simpang Druwo, Sewon, Bantul, menuju arah pantai dan tempat wisata lain masih terlihat padat pada Kamis siang. Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kabupaten Bantul masih terpantau ramai pada penghujung masa libur sekolah. Meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, kondisi arus kendaraan secara umum tetap lancar dan belum menimbulkan kemacetan yang berarti.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Irawan Kurnianto, mengatakan peningkatan aktivitas wisatawan memang masih terlihat hingga akhir periode liburan. Namun demikian, kepadatan lalu lintas masih dalam batas normal dan tidak mengganggu kelancaran perjalanan.

Ia menjelaskan bahwa Dishub Bantul tidak melakukan pencatatan khusus terkait jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Bantul selama libur sekolah. Hal serupa juga tidak dilakukan oleh Dinas Perhubungan DIY, sehingga tidak tersedia data pasti mengenai volume kendaraan.

“Untuk jumlah kendaraan yang masuk Bantul selama libur sekolah tidak dilakukan penghitungan. Namun indikator peningkatan aktivitas bisa dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan melalui data retribusi di Dinas Pariwisata,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Irawan, arus kendaraan di jalan raya lebih dipantau melalui kondisi langsung di lapangan. Beberapa ruas jalan menuju destinasi wisata memang mengalami peningkatan kepadatan, namun belum sampai menimbulkan kemacetan signifikan.

Meski situasi masih terkendali, Dishub Bantul tetap mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak lengah. Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, marka jalan, serta menjaga etika berkendara. Selain itu, masyarakat yang berencana menggunakan bus wisata juga diminta lebih selektif dalam memilih kendaraan.

Dishub menekankan bahwa bus pariwisata harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif sebelum digunakan. Beberapa dokumen penting yang wajib dimiliki antara lain Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku, buku uji berkala (KIR), serta kartu pengawasan kendaraan. Pengemudi juga harus memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan.

Selain kelengkapan dokumen, kondisi fisik pengemudi juga menjadi perhatian penting. Sopir diimbau untuk tidak memaksakan diri mengemudi saat kelelahan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Jika merasa capek, sebaiknya beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi,” kata Irawan.

Dari sisi keselamatan, kondisi lalu lintas selama libur sekolah di Bantul tergolong menggembirakan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Polres Bantul, tidak ditemukan laporan kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut.

“Setelah kami cross check dengan Kamsel Polres nihil,” ungkapnya.

Dishub berharap situasi lalu lintas yang kondusif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir masa liburan. Menurut Irawan, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi jalan dan kendaraan, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pengguna jalan dalam mematuhi aturan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online