Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Rp909 Juta, Bedah Rumah Jadi Sasaran Utama
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.
Pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, pada Rabu (8/7/2026). Ist/ Kelurahan Keparakan
Harianjogja.com, JOGJA—Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan kini bukan lagi alasan untuk tidak mandiri pangan. Warga Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Yogyakarta, mulai memanfaatkan pekarangan sempit hingga teras rumah untuk budidaya ikan lele melalui metode Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber).
Program pelatihan Budikdamber yang digelar pada Rabu (8/7/2026) ini diikuti puluhan perwakilan RW. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Para peserta bahkan dibekali ember dan bibit ikan lele agar bisa segera memulai budidaya di rumah masing-masing.
Sekretaris Kelurahan Keparakan, Warsilah, menyampaikan bahwa Budikdamber menjadi solusi praktis bagi masyarakat perkotaan. Selain tidak membutuhkan lahan luas, metode ini juga relatif murah dan mudah diterapkan oleh siapa saja.
“Melalui Budikdamber, warga bisa memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri sekaligus membuka peluang usaha rumahan,” ujarnya.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika dikelola dengan baik, budidaya lele skala kecil ini bahkan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan lengkap mulai dari persiapan wadah, pemilihan bibit unggul, teknik penebaran, hingga pengelolaan pakan dan kualitas air. Tidak hanya itu, warga juga dikenalkan dengan konsep akuaponik sederhana, yakni mengombinasikan budidaya ikan dengan penanaman sayuran dalam satu sistem.
Pendampingan dari tenaga ahli di bidang perikanan juga menjadi nilai tambah program ini. Warga tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan bimbingan saat mulai praktik di rumah.
Salah satu peserta, Ampen, mengaku pelatihan ini membuka peluang baru bagi dirinya. Ia yang sebelumnya ragu untuk memulai, kini merasa lebih percaya diri.
“Saya sudah lama ingin mencoba budidaya ikan, tapi belum tahu caranya. Sekarang jadi lebih paham dan siap mencoba dari rumah,” katanya.
Ke depan, Kelurahan Keparakan berencana memperluas program ini dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk ibu rumah tangga dan generasi muda. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Budikdamber pun menjadi bukti bahwa inovasi sederhana bisa membawa dampak besar, terutama bagi masyarakat perkotaan yang ingin tetap produktif di tengah keterbatasan ruang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.
Jam nuklir berbasis thorium-229 buatan Tiongkok tercatat enam kali lebih stabil daripada prototipe Wina. Simak cara kerja dan potensinya.
WhatsApp menguji Restricted Chat di Android dan iOS beta. Fitur ini membatasi ekspor chat, penyimpanan media, Meta AI, dan perangkat tertaut.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.
Jorge Jesus merespons pernyataan Cristiano Ronaldo yang mengaku dua kali dikecewakan soal janji bermain dan kesepakatan dengan pelatih Portugal.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat