Seragam Bekas Kakak Tetap Boleh Dipakai Saat Masuk Sekolah
Disdikpora Bantul menegaskan siswa baru boleh memakai seragam bekas kakak. Sekolah juga dilarang menjual atau mewajibkan pembelian seragam.
Granat tangan aktif ditemukan saat pembangunan toilet di Wisata Karstubing Bantul. Tim Gegana Polda DIY memusnahkannya melalui dua kali disposal. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan fasilitas toilet di kawasan wisata Karstubing, Dusun Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul, mendadak dihentikan setelah para pekerja menemukan sebuah granat tangan jenis nanas yang masih aktif pada Senin (6/7). Penemuan bahan peledak tersebut langsung memicu pengamanan lokasi hingga Tim Gegana Satbrimob Polda DIY diterjunkan untuk melakukan pemusnahan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Granat itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB ketika dua pekerja sedang menggali tanah untuk membuat pondasi kamar mandi di kawasan objek wisata tersebut. Temuan itu segera dilaporkan karena para pekerja menduga benda yang muncul dari dalam tanah merupakan bahan peledak.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya penemuan granat tersebut.
"Benar, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB telah ditemukan sebuah granat tangan jenis nanas di kawasan objek wisata Karstubing Dusun Surobayan, Argomulyo, Sedayu. Granat tersebut ditemukan ketika dua orang pekerja sedang menggali tanah untuk membuat pondasi kamar mandi," kata Rita, Selasa (7/7).
Pekerja Memilih Menghentikan Penggalian
Setelah menemukan benda mencurigakan itu, aktivitas pembangunan langsung dihentikan. Kedua pekerja tidak melanjutkan proses penggalian karena khawatir benda tersebut merupakan bahan peledak yang masih berbahaya.
Menurut Rita, langkah yang diambil para pekerja sudah tepat karena mereka tidak berupaya menyentuh ataupun memindahkan granat dari lokasi penemuan. Pengelola objek wisata kemudian segera menghubungi Polsek Sedayu agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.
"Setelah menemukan benda mencurigakan tersebut, para pekerja tidak berani memindahkannya. Pengelola objek wisata kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Sedayu agar dilakukan penanganan sesuai prosedur," ujarnya.
Polisi Sterilkan Lokasi dan Koordinasi dengan Tim Gegana
Mendapat laporan dari pengelola, personel Polsek Sedayu langsung mendatangi lokasi dan memasang pengamanan di sekitar area penemuan. Selanjutnya, kepolisian berkoordinasi dengan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY yang memiliki kewenangan menangani bahan peledak.
Hasil identifikasi awal memastikan granat tersebut masih berada dalam kondisi aktif sehingga tidak dapat dipindahkan begitu saja.
"Hasil identifikasi dari Tim Gegana menunjukkan bahwa granat yang ditemukan merupakan granat jenis nanas dan masih aktif sehingga harus segera dilakukan disposal demi menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi," ucap Rita.
Granat ditemukan dalam kondisi tertanam di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, benda tersebut diduga merupakan peninggalan masa perang yang selama ini tertimbun dan baru terlihat ketika dilakukan penggalian pondasi.
"Granat ditemukan dalam kondisi tertanam di dalam tanah dengan kedalaman kurang lebih 10 sentimeter. Berdasarkan keterangan warga sekitar, granat itu diduga merupakan peninggalan zaman perang yang selama ini tertimbun di lokasi tersebut," jelasnya.
Disposal Dilakukan Dua Kali
Sebelum pemusnahan dilakukan, Tim Gegana bersama aparat kepolisian mensterilkan kawasan sekitar lokasi penemuan. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada warga yang berada di radius berbahaya sekaligus mengantisipasi kemungkinan masih terdapat benda berbahaya lainnya.
"Area penemuan lebih dahulu disterilkan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lain. Setelah dinyatakan aman, Tim Gegana menyiapkan lokasi khusus untuk melakukan peledakan terhadap granat tersebut," tutur Rita.
Proses disposal dimulai pada siang hari. Upaya pertama yang dilakukan sekitar pukul 12.50 WIB ternyata belum berhasil memusnahkan seluruh bagian granat karena yang hancur baru bagian cangkangnya.
"Pada peledakan pertama, yang hancur baru bagian cangkangnya sehingga Tim Gegana memutuskan melakukan disposal ulang agar seluruh bagian granat benar-benar dinyatakan aman," katanya.
Tim Gegana kemudian kembali melakukan peledakan sekitar pukul 13.05 WIB. Pada disposal kedua, granat berhasil dihancurkan sepenuhnya sehingga dipastikan tidak lagi membahayakan masyarakat maupun pengunjung kawasan wisata.
"Setelah dilakukan peledakan kedua, granat berhasil dihancurkan dan dinyatakan sudah tidak membahayakan lagi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan situasi di lokasi tetap kondusif," ujar Rita.
Polisi Minta Warga Tidak Menyentuh Benda Mencurigakan
Polres Bantul mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak maupun benda mencurigakan lainnya. Warga diminta tidak menyentuh, memindahkan, atau membawa pulang benda tersebut karena dapat membahayakan keselamatan.
"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak atau benda mencurigakan lainnya agar tidak disentuh, dipindahkan, maupun dibawa pulang. Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus," pungkas Rita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Bantul menegaskan siswa baru boleh memakai seragam bekas kakak. Sekolah juga dilarang menjual atau mewajibkan pembelian seragam.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.