Pakar UGM Sebut Angkat Beban Baik untuk Jantung dan Otak

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Senin, 13 Juli 2026 17:37 WIB
Pakar UGM Sebut Angkat Beban Baik untuk Jantung dan Otak

Foto ilustrasi olahraga latihan beban. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Latihan angkat beban tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, tetapi juga dinilai membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi otak. Dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Denny Agustiningsih, mengatakan manfaat tersebut akan lebih optimal jika latihan beban dikombinasikan dengan olahraga kardio secara teratur.

Menurut Denny, tubuh manusia didominasi oleh jaringan otot. Ketika otot digerakkan melalui latihan beban, tubuh akan melepaskan berbagai protein yang berperan dalam proses perbaikan jaringan, regenerasi sel, hingga mendukung fungsi organ lain, termasuk jantung dan otak. "Itulah kenapa olahraga beban yang menggunakan otot-otot tubuh penting karena kita memanggil protein-protein tadi," terang Denny, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap jenis olahraga memiliki manfaat yang berbeda. Olahraga kardio seperti berlari, berenang, atau bersepeda lebih berperan dalam menjaga fungsi jantung dan paru-paru, sedangkan latihan beban membantu mempertahankan kesehatan otot melalui proses regenerasi.

Menurut Denny, saat otot bekerja, tubuh akan melepaskan protein seperti miosin (myosin) dan aktin (actin) yang berperan dalam berbagai proses biologis, termasuk membantu mekanisme perbaikan jaringan tubuh. "Ketika kita berolahraga, otot itu kan pasti ada bagian-bagian yang rusak. Protein tadi salah satu fungsinya adalah memperbaiki kerusakan sekaligus berfungsi dalam regenerasi," terangnya.

Denny menegaskan latihan beban tidak harus dilakukan di pusat kebugaran. Berbagai gerakan sederhana seperti push-up, pull-up, plank, squat, maupun latihan menggunakan kursi di rumah sudah termasuk latihan beban yang dapat dilakukan tanpa peralatan mahal.

Selain itu, latihan seperti pilates juga dinilai baik untuk melatih kekuatan otot. Ia menyarankan latihan tersebut dimulai sejak usia muda karena massa dan fungsi otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

"Dengan melatih otot sejak muda, kita dapat mencegah tubuh menjadi bungkuk, lemah, atau jompo saat memasuki usia tua," terangnya.

Menurut Denny, manfaat latihan beban juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Ketika otot bekerja lebih keras, jantung akan meningkatkan suplai darah dan nutrisi sehingga turut terlatih untuk bekerja lebih optimal. Karena itu, peningkatan beban latihan harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Ia menambahkan, peningkatan aliran darah selama berolahraga juga berkontribusi terhadap fungsi otak. Aliran darah yang lebih baik membantu memasok oksigen dan nutrisi sehingga mendukung fungsi kognitif sekaligus memicu pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa senang.

"Selain itu, aliran darah baru yang lebih baik di otak akan meningkatkan kecerdasan dan kecepatan berpikir karena otak terbiasa mendapatkan suplai darah yang optimal," jelasnya.

Untuk memperoleh manfaat optimal, Denny menyarankan kombinasi latihan kardio 3–5 kali per pekan selama sekitar 45 menit setiap sesi, serta latihan angkat beban 2–3 kali per pekan dengan peningkatan intensitas secara bertahap. "Jadi memang perlu dilakukan kombinasi secara teratur," terangnya.

Ia juga mengingatkan setiap sesi olahraga perlu diawali dan diakhiri dengan peregangan (stretching) guna mengurangi risiko cedera. Menurutnya, menjaga kesehatan otot dan tulang sejak dini menjadi penting agar kualitas hidup tetap baik ketika memasuki usia lanjut.

"Kedua bagian ini adalah yang paling pertama mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Jangan sampai otak kita masih cerdas, tetapi tubuh kita sudah jompo," tukasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online