Jalan Plono-Nglinggo Diperbaiki, Pemkab Butuh Anggaran Rp54,9 Miliar
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
Sekolah Rakyat. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat (SR) Gulurejo di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, pada awal tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan karena Kementerian Sosial (Kemensos) masih menjalankan proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang akan bertugas secara definitif.
Selama masa transisi, proses pembelajaran akan didukung guru tamu berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN dari sekolah-sekolah di Kulonprogo. Mereka akan mengajar selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan program matrikulasi hingga guru hasil rekrutmen Kemensos mulai bertugas.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Ernawati Sukeksi, mengatakan pemerintah daerah telah membentuk tim transisi untuk menyiapkan kebutuhan operasional Sekolah Rakyat. "Tim transisi bertugas menyiapkan guru tamu, cek kesehatan gratis dan cek kebugaran," kata Ernawati saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Tim transisi terdiri atas unsur Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Balai Pendidikan Menengah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kementerian Agama, serta Dinas Kesehatan.
Menurut Ernawati, penugasan guru sementara akan berlangsung hingga guru dan tenaga kependidikan definitif hasil rekrutmen Kemensos mulai bekerja. Jadwal operasional Sekolah Rakyat Gulurejo masih dikoordinasikan dengan Kemensos meski tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai pada Juli ini.
Selama masa transisi tersebut, guru dari Sekolah Rakyat Sonosewu di Kabupaten Bantul dan Sekolah Rakyat Kalasan di Kabupaten Sleman juga akan dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PPPA Kulonprogo, Dian Putera Karana, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik masih dalam tahap identifikasi.
Berdasarkan data sementara, terdapat sembilan guru dari Sekolah Rakyat di Bantul dan Sleman yang disiapkan untuk mendampingi kegiatan MPLS. Sementara untuk program matrikulasi, tersedia 37 guru, terdiri atas 23 guru dari Disdikpora, Balai Pendidikan Menengah, dan Kementerian Agama, serta 14 guru dari Sekolah Rakyat Bantul dan Sleman.
Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, mengingatkan pemerintah daerah agar penugasan guru ke Sekolah Rakyat tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah lain. Menurutnya, Kulonprogo masih menghadapi keterbatasan jumlah tenaga pendidik di berbagai jenjang pendidikan.
"DPRD meminta Pemkab Kulonprogo memetakan kebutuhan guru secara objektif sebelum penugasan ke SR Gulurejo. Jangan sampai pemenuhan kebutuhan guru di program baru ini justru mengurangi kualitas layanan pendidikan di SD, SMP, maupun SMA yang selama ini juga menghadapi keterbatasan tenaga pendidik," ucap Aris.
Ia berharap Kemensos segera menyelesaikan proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat sehingga masa transisi tidak berlangsung terlalu lama.
"Pada prinsipnya DPRD Kulonprogo mendukung keberhasilan SR tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan asas kesiapan sumber daya manusia serta tidak mengorbankan pelayanan pendidikan yang sudah berjalan di Kulonprogo," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta