Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO — Anggaran infrastruktur Kabupaten Kulonprogo pada 2026 melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya menyasar pembangunan jalan, tetapi juga sektor pasar, pendidikan, hingga padat karya, seiring kebijakan efisiensi internal yang diterapkan Pemkab Kulonprogo.
Anggaran Jalan Naik Hampir Dua Kali Lipat
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapperida Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti, mengungkapkan lonjakan paling mencolok terjadi pada belanja infrastruktur jalan kabupaten.
Pada 2025, anggaran hanya Rp20,7 miliar dengan cakupan 45 ruas jalan. Sementara pada 2026 meningkat menjadi Rp39,1 miliar yang menyasar 54 ruas jalan serta satu paket rutin.
“Di 2025 belanja infrastruktur jalan kabupaten hanya menyasar 45 ruas dan satu paket rutin jalan,” katanya, Jumat (15/5/2026).
Program Padat Karya dan Pasar Ikut Meningkat
Selain jalan, program padat karya juga mengalami peningkatan signifikan. Anggaran yang sebelumnya Rp5,4 miliar untuk 54 lokasi kini naik menjadi Rp8,7 miliar dengan jangkauan 78 titik.
“Tahun lalu sumber anggaran padat karya dari APBD dan Dana Keistimewaan tahun ini sumbernya dari APBD dan BKK DIY,” lanjutnya.
Di sektor perdagangan, anggaran perbaikan pasar juga naik tajam. Jika pada 2025 hanya Rp196 juta untuk satu paket, kini mencapai Rp676 juta untuk tiga paket perbaikan.
“Tiga paket perbaikan pasar tahun ini terdiri dari Pasar Glaeng dan Pasar Temon, Pasar Bendungan dan Pasar Wates,” ucap Silvi.
Infrastruktur Pendidikan Ikut Terdongkrak
Kenaikan anggaran juga menyentuh sektor pendidikan. Tahun ini, Pemkab mengalokasikan Rp6,7 miliar untuk rehabilitasi sekolah, meningkat dari Rp5,4 miliar pada 2025.
Jumlah sasaran pun bertambah, dari dua TK Negeri, 10 SD, dan dua SMP menjadi dua TK Negeri, 11 SD, dan empat SMP.
Jalan Usaha Tani dan Dampak Pembangunan
Untuk mendukung sektor pertanian, anggaran jalan usaha tani (JUT) turut meningkat dari Rp600 juta menjadi sekitar Rp1 miliar pada 2026.
Sekretaris Bapperida Kulonprogo, Cicilia Susy Setyo Cahyani, menyebut kenaikan terbesar memang terjadi pada infrastruktur jalan dan padat karya.
Menurutnya, peningkatan anggaran ini menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan daerah.
Kenaikan belanja infrastruktur diharapkan mampu mempercepat konektivitas wilayah, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka lapangan kerja melalui program padat karya.
Dengan alokasi anggaran yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas, Kulonprogo optimistis pembangunan 2026 akan lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.