UGM Temukan Retakan Tanah hingga 20 Meter di Lokasi Fenomena Api
Tim UGM menemukan indikasi retakan bawah tanah hingga kedalaman 20 meter di lokasi fenomena api Seyegan. Penelitian lanjutan dengan geolistrik akan dilakukan.
Posko didirikan di Purwomartani usai dugaan kebocoran gas di pabrik es pada Sabtu (9/5/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Belasan kepala keluarga di Padukuhan Bayen, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, terpaksa mengungsi pada Sabtu (9/5/2026) dini hari setelah mencium bau menyengat yang diduga berasal dari pabrik es kristal di wilayah setempat.
Selain bau tak sedap, warga juga melaporkan gejala gangguan kesehatan seperti sesak napas dan iritasi mata. Bau tersebut bahkan tercium hingga sepanjang Jalan Cangkringan.
Dukuh Bayen, Mukti Sukamdani, mengungkapkan bau mulai terdeteksi warga sejak Jumat (8/5/2026) malam sekitar tengah malam.
"Dari tadi malam jam 12 malam itu saya diberitahu, dikabari sama warga saya. Katanya di sekitar rumahnya di area pabrik ini ada bau yang tidak enak," terang Mukti.
Keluhan tidak hanya berhenti pada bau menyengat. Warga yang keluar rumah justru merasakan dampak lebih serius pada kesehatan.
"Nah, warga saya keluar rumah di sepanjang Jalan Cangkringan ini ternyata juga tidak hanya bau saja, tapi mata juga pedas, terus apa paru-paru juga sesak," imbuhnya.
Warga Mengungsi, Posko Darurat Dibuka
Akibat kondisi tersebut, warga yang tinggal di sekitar pabrik memilih mengungsi ke arah selatan untuk menghindari paparan bau. Diperkirakan sekitar 10 hingga 15 kepala keluarga terdampak langsung, belum termasuk penghuni kos dan kontrakan di sekitar lokasi.
"Warga yang di sekitar sini yang berdekatan dengan pabrik itu sudah evakuasi, lari ke selatan," ujar Mukti.
Ia menambahkan, dampak yang dirasakan warga cukup mengganggu, mulai dari sesak napas, tenggorokan tidak nyaman, hingga iritasi mata.
"Pasca menghirup itu jadi sesak, tenggorokan jadi tidak enak, terus sama mata itu juga agak iritasi, jadi pedih," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga bersama perangkat padukuhan membuka posko darurat. Posko ini digunakan untuk menerima laporan warga sekaligus memantau potensi dampak lanjutan.
"Kalau ada keluhan dari warga bisa disampaikan di posko," katanya.
Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan
Meski sempat menimbulkan kepanikan, hingga saat ini tidak ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas dari fasilitas kesehatan setempat di area masjid.
Mukti menyebut kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Bahkan, dampak bau dilaporkan menjangkau hingga radius satu hingga dua kilometer dari lokasi pabrik.
"Karena tadi pagi ada yang melaporkan yang di sebelah selatan ya jarak mungkin satu sampai dua kilometer itu juga merasakan," imbuhnya.
Saat ini, sebagian warga telah kembali beraktivitas normal. Namun, warga dan aparat setempat masih bersiaga sembari menunggu hasil penelusuran lebih lanjut terkait sumber pasti bau menyengat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim UGM menemukan indikasi retakan bawah tanah hingga kedalaman 20 meter di lokasi fenomena api Seyegan. Penelitian lanjutan dengan geolistrik akan dilakukan.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jogja. Sebanyak 12 destinasi wisata dipantau untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
DPR minta polisi tindak tegas judi berkedok arena anak di Jakarta. 60 orang diamankan, puluhan mesin disita.
Dokter ungkap bahaya merokok sesekali. Risiko jantung, kanker hingga kecanduan tetap mengintai meski jarang merokok.
Pertamina tambah 1,3 juta LPG 3 Kg di Jateng dan DIY jelang libur 1 Muharram 1448 H. Stok dipastikan aman dan mencukupi.
Pesawat B-52 Stratofortress jatuh di California saat uji terbang. Delapan awak diduga tewas, ini kronologi dan spesifikasinya.