Bank Sampah Jogja Ubah Plastik Residu Jadi BBM, Pakai Minyak Jelantah

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 30 Juli 2026 04:17 WIB
Bank Sampah Jogja Ubah Plastik Residu Jadi BBM, Pakai Minyak Jelantah

Pengelola Bank Sampah Berlian 08, Eka Yulianta, menuangkan minyak jelantah ke tungku pirolisis di Kampung Tompeyan, Tegalrejo, Kota Jogja, belum lama ini. Minyak jelantah dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengolahan sampah plastik residu menjadi minyak pirolisis untuk menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses pengolahan. - ist/ Bank Sampah Berlian 08

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Sampah Berlian 08 di Kampung Tompeyan, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja, mengembangkan inovasi dalam pengolahan sampah plastik residu dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar proses pirolisis. Inovasi tersebut tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas minyak hasil pirolisis.

Pengelola Bank Sampah Berlian 08, Eka Yulianta, menjelaskan perubahan bahan bakar dari gas ke minyak jelantah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan sampah plastik yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi.

Minyak Jelantah Pangkas Waktu Produksi

Eka mengungkapkan penggunaan gas sebelumnya membuat biaya operasional relatif lebih tinggi. Sebaliknya, minyak jelantah yang dikumpulkan dari rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan biaya yang hampir tidak ada.

"Kalau dulu pakai gas, satu kali proses sekitar satu jam 15 menit baru selesai. Sekarang menggunakan minyak jelantah, tidak sampai satu jam minyak hasil pirolisis sudah keluar," katanya, Selasa (28/7/2026).

Selain mempercepat proses produksi, penggunaan minyak jelantah juga menghasilkan minyak pirolisis dengan kualitas yang dinilai lebih baik.

Warna Lebih Jernih, Kandungan Air Lebih Sedikit

Menurut Eka, minyak hasil pirolisis kini memiliki warna cokelat keemasan yang lebih jernih dibandingkan saat proses masih menggunakan bahan bakar gas. Kandungan air pada minyak juga disebut lebih sedikit.

Setelah dihasilkan, minyak tersebut diendapkan dan disaring untuk menghilangkan sisa kotoran. Melalui tahapan tersebut, warna minyak berubah menjadi kuning keemasan sehingga kualitasnya semakin meningkat.

Olah Plastik Residu yang Tak Lagi Bernilai Jual

Eka menjelaskan bahan baku utama yang diolah merupakan sampah plastik residu, yakni jenis plastik yang sudah tidak dapat dijual kembali.

Sebelum masuk ke proses pirolisis, warga terlebih dahulu melakukan pemilahan sampah dari rumah. Plastik yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan, sedangkan plastik residu dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar.

"Yang kita olah memang sampah residu, yaitu plastik yang tidak bisa dijual lagi. Jadi semuanya tetap bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Berpotensi Capai Kualitas Setara RON 94

Menurut Eka, minyak hasil pirolisis memiliki potensi mencapai kualitas setara bahan bakar beroktan tinggi apabila melalui proses penyaringan lanjutan dan pemurnian di laboratorium.

Berdasarkan uji coba yang pernah dilakukan, kualitas minyak tersebut disebut dapat mencapai RON 94.

"Kalau sudah disaring dan didialisis bisa sampai RON 94, artinya di atas Pertamax," katanya.

Ia menambahkan teknologi pirolisis yang digunakan Bank Sampah Berlian 08 masih tergolong sederhana. Modifikasi yang dilakukan hanya berupa penambahan kompor dan blower untuk meningkatkan suhu sehingga proses pengolahan berlangsung lebih cepat.

Dorong Pemanfaatan Sampah Bernilai Ekonomi

Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam proses pirolisis, minyak jelantah juga dinilai memiliki potensi diolah menjadi berbagai produk lain melalui proses berbeda, seperti sabun, pupuk, hingga pestisida.

Eka berharap inovasi tersebut dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, khususnya sampah plastik residu dan minyak jelantah, sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, pengelolaan yang tepat memungkinkan kedua jenis limbah tersebut dimanfaatkan kembali sehingga tidak berakhir mencemari lingkungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online