Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melanjutkan program pembersihan aliran sungai sepanjang 2026 untuk mengoptimalkan fungsi sungai dan mendukung penataan kawasan bantaran secara berkelanjutan.
Langkah tersebut ditempuh untuk mengoptimalkan fungsi sungai-sungai yang melintas di wilayah Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menjelaskan pembersihan aliran sungai merupakan bagian dari program jangka panjang penataan sungai di Kota Jogja. Menurutnya, upaya tersebut dirancang dalam rentang waktu sekitar empat tahun agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Target capaian [penataan sungai] sudah dipetakan setiap tahun, supaya pentaan [sungai] bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga,” katanya, Senin (12/1/2026).
Hasto menyebut pembersihan sungai pada 2026 akan difokuskan pada pengangkatan sampah serta penertiban keramba liar yang masih ditemukan di sejumlah titik. Selain itu, rumput liar yang tumbuh di sekitar bantaran sungai juga menjadi sasaran utama pembersihan.
Terkait penanganan sampah liar di aliran sungai, Pemkot Jogja telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Kerja sama ini dilakukan karena sampah yang terbawa arus sungai tidak hanya berasal dari wilayah Kota Jogja, tetapi juga dari daerah hulu di Sleman.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Sleman. Tahun ini jumlah trash barrier akan kami tambah untuk menjaring sampah yang masih terbawa aliran sungai,” katanya.
Ia mengakui kebutuhan anggaran untuk normalisasi sungai tergolong besar, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jogja memiliki keterbatasan.
“Sebenarnya saya ingin punya alat berat sendiri, tetapi dananya belum tersedia. Akhirnya kami siapkan anggaran untuk sewa, dan alhamdulillah didukung Balai Besar yang akan membantu menyediakan alat berat,” katanya.
Hasto menambahkan, Pemkot Jogja kembali meminta dukungan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) untuk mengerahkan alat berat dalam kegiatan normalisasi sungai tahun ini.
“Dananya nanti kita cari secara gotong royong. Kita lanjutkan pembersihan Sungai Code dan Winongo menggunakan alat berat. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menyampaikan pelaksanaan kegiatan pembersihan sungai akan dimulai dalam waktu dekat.
"Nanti tanggal 21 [Januari 2026] alat berat akan turun lagi ke lokasi," katanya.
Kelanjutan program pembersihan sungai Kota Jogja ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, mengurangi risiko banjir, serta memperkuat fungsi sungai sebagai ruang hidup yang aman dan tertata bagi warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.