Inovasi E-Kunker DPRD Jogja Harus Mampu Gerakkan UMKM dan Seni Budaya

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 24 September 2026 14:57 WIB
Inovasi E-Kunker DPRD Jogja Harus Mampu Gerakkan UMKM dan Seni Budaya

Pesepeda melintasi salah satu rute Romansa Kota Lawas yang melintasi Gang Makmur, Kampung Wisata Purbayan./Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja mendorong kunjungan kerja DPRD dari daerah lain tidak hanya berlangsung di kantor legislatif. Melalui inovasi E-Kunker, tamu kunjungan diharapkan dapat diajak melihat langsung potensi UMKM serta seni dan budaya yang ada di kampung-kampung Kota Jogja.

Ketua DPRD Kota Jogja, FX Wisnu Sabdono Putro mengatakan kunjungan kerja antarlembaga selama ini cenderung berpusat di kantor DPRD dan berakhir dengan agenda pertemuan. Menurut dia, pola tersebut dapat dikembangkan dengan membawa para tamu melihat potensi ekonomi masyarakat secara langsung.

"Ini menjadi suatu inovasi ketika ada kunjungan dari anggota DPRD lain, tidak hanya sekadar diterima di kantor DPRD, tetapi bagaimana mereka diajak keluar untuk melihat potensi-potensi UMKM dan pelaku usaha yang ada di wilayah," katanya, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan Kerja Sekaligus Beri Dampak Ekonomi

Wisnu mengatakan kunjungan ke kampung dapat menjadi kesempatan bagi tamu dari daerah lain untuk mengenal produk lokal. Tidak hanya melihat, para tamu juga dapat melakukan transaksi secara langsung dengan pelaku UMKM di wilayah yang dikunjungi.

Dengan konsep tersebut, kunjungan kerja diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi antarlembaga. Kehadiran tamu juga dapat memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Menurut Wisnu, potensi tersebut tidak hanya berasal dari sektor UMKM. Agenda kunjungan kerja juga dapat dikombinasikan dengan pengenalan seni dan budaya yang berkembang di masing-masing wilayah.

"Jangan hanya bicara UMKM saja, tetapi juga seni budaya. Jadi ketika tamu datang ke wilayah, selain menikmati produk UMKM, mereka juga bisa menikmati seni budaya yang ada di wilayah tersebut," ujarnya.

Konsep itu, kata Wisnu, telah menunjukkan potensi perputaran ekonomi dalam sejumlah kunjungan sebelumnya. Transaksi di sentra UMKM bahkan dapat mencapai jutaan rupiah hanya dalam satu hari.

"Ada yang sehari mencapai Rp7 juta, hingga Rp10 juta. Ini luar biasa karena potensi perputaran uang itu kembali kepada masyarakat di wilayah," katanya.

E-Kunker Jadi Inovasi Penerimaan Tamu DPRD

Wisnu menuturkan DPRD Kota Jogja saat ini telah menggunakan E-Kunker sebagai inovasi dalam penerimaan kunjungan kerja. Melalui aplikasi tersebut, pelayanan penerimaan kunjungan kerja dari daerah lain dilakukan secara digital.

Penerapan E-Kunker diharapkan tidak hanya membuat proses penerimaan kunjungan kerja menjadi lebih terorganisasi. Lebih jauh, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi, seni, dan budaya masyarakat di berbagai wilayah Kota Jogja.

Wisnu mendorong agar setiap kunjungan DPRD dari daerah lain dapat diarahkan untuk mengenal potensi kampung. Pelaku UMKM dan kelompok seni budaya di wilayah diharapkan turut mendapatkan manfaat dari kunjungan tersebut.

Konsep itu sekaligus menjadi upaya agar kunjungan antarlembaga memiliki dampak yang lebih luas. Tamu tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kinerja DPRD Kota Jogja, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai produk, seni, dan budaya masyarakat.

Wisnu berharap E-Kunker ke depan dapat menjadi pola baru dalam menerima kunjungan kerja antarlembaga. Setiap kunjungan diharapkan mampu membuka akses bagi tamu untuk mengenal sekaligus berinteraksi dengan potensi ekonomi dan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Kota Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online