Belum Ada Kasus Influenza Tipe A di Jogja, Puskesmas Diminta Tetap Waspada
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengadu kekuatan dalam Lomba Tarik Lokomotif yang digelar PT KAI Daop 6 Yogyakarta bersama Balai Yasa Jogja di Balai Yasa Jogja, Rabu (23/9/2026).
Peserta ditantang menarik lokomotif seri CC 201 dengan bobot 84 ton sejauh 10 meter. Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI di Daop 6 Jogja.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar digelar untuk memeriahkan HUT KAI. Lomba juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan KAI dengan berbagai pihak yang selama ini mendukung operasional perkeretaapian.
“Lomba Tarik Lokomotif ini diselenggarakan sebagai bagian rangkaian HUT ke-81 KAI di Daop 6 Jogja. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat sinergi antara KAI Daop 6 Jogjadengan seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berkolaborasi selama ini,” katanya.
Tarik Lokomotif 84 Ton Dua Kali
Dalam perlombaan tersebut, KAI menyiapkan dua lokomotif seri CC 201. Masing-masing lokomotif memiliki bobot 84 ton dan dalam kesehariannya digunakan untuk mendukung operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Jogja.
Setiap tim harus menarik lokomotif sejauh 10 meter sebanyak dua kali untuk bisa melaju ke babak final. Karena dilakukan secara berkelompok, kekompakan dan koordinasi antarpeserta menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tantangan tersebut.
Feni menjelaskan pemilihan lokomotif sebagai objek perlombaan juga memiliki filosofi tersendiri. Lokomotif merupakan sarana penggerak yang dinilai sejalan dengan posisi KAI sebagai salah satu penggerak kemajuan transportasi.
“Lomba yang harus dilakukan secara berkelompok ini menunjukkan bahwa kemajuan transportasi merupakan upaya kolektif dan kolaborasi lintas stakeholder yang harus terus digalang,” ujarnya.
Diikuti Mitra dan Internal KAI
Lomba tersebut melibatkan berbagai mitra KAI. Peserta antara lain berasal dari Kodim 0734, Korem 072 Pamungkas, Satpol PP Jogja, Polresta Jogja, Samapta Polda, Brimob, Basarnas DIY, Damkar Jogja, Dishub Jogja, DLH Jogja, Dispar Jogja, BMKG DIY, wartawan, railfans, dan gabungan anak perusahaan KAI.
Dari internal KAI, peserta berasal dari Daop 6 Yogyakarta, Balai Yasa Yogyakarta, serta gabungan anak-anak perusahaan KAI.
Setelah melewati babak penyisihan dan final, Balai Yasa Jogja berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Korem 072 Pamungkas, sedangkan Satpol PP Jogja berada di posisi ketiga dan Basarnas DIY menjadi juara keempat.
Total hadiah yang disediakan dalam lomba tersebut mencapai Rp20 juta.
Feni berharap kegiatan itu dapat memberikan pengalaman bagi para peserta sekaligus memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara KAI dengan berbagai stakeholder.
Kegiatan Lomba Tarik Lokomotif tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 KAI di Daop 6 Jogja yang mempertemukan unsur internal perusahaan dengan berbagai mitra dan pihak yang selama ini mendukung operasional perkeretaapian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.