DPRD Sleman Ajak Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional
DPRD Sleman mendorong generasi muda menghidupkan olahraga tradisional untuk melestarikan budaya, membangun karakter, dan memperkuat kebersamaan.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 65 titik saluran irigasi di Sleman dibersihkan untuk mengantisipasi genangan dan banjir selama musim hujan 2026. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman memprioritaskan pengangkatan sedimen serta sampah yang menghambat aliran air.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan pembersihan dilakukan melalui tiga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Ketiganya mencakup wilayah barat, tengah, dan timur.
Berdasarkan laporan masing-masing UPTD, penanganan di wilayah barat mencapai 21 titik, wilayah tengah 24 titik, dan wilayah timur 20 titik. Dengan demikian, total terdapat 65 lokasi saluran irigasi yang menjadi sasaran pembersihan.
“Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sedimen dan sampah yang menumpuk di saluran irigasi,” katanya Kamis (5/11/2026).
Haryadi menjelaskan pembersihan tersebut bertujuan menjaga kelancaran aliran air. Dengan kondisi saluran yang lebih optimal, risiko genangan ketika hujan berintensitas tinggi diharapkan dapat ditekan.
Sampah, Kabel, hingga Gorong-Gorong Amblas
Di wilayah barat, penanganan tersebar di Korwil Tempel, Pucanganom, dan Demak Ijo. Selain tumpukan sampah dan sedimen yang menutup saluran, petugas menemukan sejumlah hambatan teknis.
Kendala tersebut meliputi kabel yang melintang di saluran, pipa PDAM, serta penutup saluran yang tidak sesuai ketentuan teknis.
Sementara itu, di wilayah tengah, pembersihan dilakukan di wilayah Tempel, Dadapan, dan Pakem. Hambatan yang ditemukan antara lain sampah dan sedimen, kabel optik yang mengganggu aliran, serta penyempitan saluran akibat rumpun bambu.
Petugas juga menemukan gorong-gorong yang mengalami penyempitan hingga beberapa bagian yang amblas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat menghambat aliran air saat hujan deras.
Adapun di wilayah timur, penanganan dilakukan di wilayah Banjarhajo. Permasalahan utama di lokasi tersebut berupa penumpukan sampah, penyempitan gorong-gorong, serta penyempitan saluran akibat sedimentasi.
DPUPKP Perkuat Mitigasi Genangan
Haryadi mengatakan pembersihan saluran irigasi menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi musim hujan. Upaya tersebut dilakukan agar saluran dapat berfungsi optimal ketika menerima aliran air dalam jumlah besar.
“Kondisi saluran yang bersih dan berfungsi optimal diharapkan mampu mengurangi potensi luapan air di kawasan rawan genangan,” katanya.
Selain pengangkatan sampah dan sedimen, sejumlah hambatan teknis juga menjadi perhatian DPUPKP Sleman. Di antaranya kabel optik, pipa PDAM, penyempitan saluran, serta kerusakan gorong-gorong.
Penanganan berbagai persoalan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir di Sleman, sehingga aliran air di saluran irigasi tidak terganggu ketika curah hujan meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong generasi muda menghidupkan olahraga tradisional untuk melestarikan budaya, membangun karakter, dan memperkuat kebersamaan.
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.
KA Pandawa rute Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan cara pesan tiket.
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Kemenhaj membuka seleksi Petugas Haji Daerah 2027 pada 5–10 November 2026. Simak syarat, jadwal tes CAT, dan link pendaftaran.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada kuartal IV/2026, mulai dari bantuan pangan, BSU, hingga diskon transportasi Nataru.