Antisipasi Banjir, DPUPKP Sleman Tangani 65 Titik Saluran Irigasi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 05 November 2026 22:37 WIB
Antisipasi Banjir, DPUPKP Sleman Tangani 65 Titik Saluran Irigasi

Ilustrasi drainase/Ist-WSBT

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 65 titik saluran irigasi di Sleman dibersihkan untuk mengantisipasi genangan dan banjir selama musim hujan 2026. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman memprioritaskan pengangkatan sedimen serta sampah yang menghambat aliran air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan pembersihan dilakukan melalui tiga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Ketiganya mencakup wilayah barat, tengah, dan timur.

Berdasarkan laporan masing-masing UPTD, penanganan di wilayah barat mencapai 21 titik, wilayah tengah 24 titik, dan wilayah timur 20 titik. Dengan demikian, total terdapat 65 lokasi saluran irigasi yang menjadi sasaran pembersihan.

“Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sedimen dan sampah yang menumpuk di saluran irigasi,” katanya Kamis (5/11/2026).

Haryadi menjelaskan pembersihan tersebut bertujuan menjaga kelancaran aliran air. Dengan kondisi saluran yang lebih optimal, risiko genangan ketika hujan berintensitas tinggi diharapkan dapat ditekan.

Sampah, Kabel, hingga Gorong-Gorong Amblas

Di wilayah barat, penanganan tersebar di Korwil Tempel, Pucanganom, dan Demak Ijo. Selain tumpukan sampah dan sedimen yang menutup saluran, petugas menemukan sejumlah hambatan teknis.

Kendala tersebut meliputi kabel yang melintang di saluran, pipa PDAM, serta penutup saluran yang tidak sesuai ketentuan teknis.

Sementara itu, di wilayah tengah, pembersihan dilakukan di wilayah Tempel, Dadapan, dan Pakem. Hambatan yang ditemukan antara lain sampah dan sedimen, kabel optik yang mengganggu aliran, serta penyempitan saluran akibat rumpun bambu.

Petugas juga menemukan gorong-gorong yang mengalami penyempitan hingga beberapa bagian yang amblas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat menghambat aliran air saat hujan deras.

Adapun di wilayah timur, penanganan dilakukan di wilayah Banjarhajo. Permasalahan utama di lokasi tersebut berupa penumpukan sampah, penyempitan gorong-gorong, serta penyempitan saluran akibat sedimentasi.

DPUPKP Perkuat Mitigasi Genangan

Haryadi mengatakan pembersihan saluran irigasi menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi musim hujan. Upaya tersebut dilakukan agar saluran dapat berfungsi optimal ketika menerima aliran air dalam jumlah besar.

“Kondisi saluran yang bersih dan berfungsi optimal diharapkan mampu mengurangi potensi luapan air di kawasan rawan genangan,” katanya.

Selain pengangkatan sampah dan sedimen, sejumlah hambatan teknis juga menjadi perhatian DPUPKP Sleman. Di antaranya kabel optik, pipa PDAM, penyempitan saluran, serta kerusakan gorong-gorong.

Penanganan berbagai persoalan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir di Sleman, sehingga aliran air di saluran irigasi tidak terganggu ketika curah hujan meningkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online