KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Ilustrasi proyek pembangunan./Harian Jogja-freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja menyiapkan program pemeliharaan sejumlah talut di kawasan rawan longsor sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Pemeliharaan talut tersebut masuk dalam agenda rutin DPUPKP Kota Jogja yang difokuskan pada aliran sungai di wilayah padat permukiman. Sejumlah titik rawan longsor telah dipetakan untuk dilakukan penguatan struktur guna mengurangi risiko kerusakan dan dampak bagi warga sekitar.
Selain pemeliharaan, DPUPKP juga akan mengintegrasikan penguatan talud dengan penataan kawasan permukiman di bantaran sungai. Penataan ini menjadi bagian dari program penanganan kawasan kumuh sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai di Kota Jogja.
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menuturkan pemeliharaan rutin terhadap beberapa talut yang berada di daerah rawan longsor terus dilakukan tahun 2026. Dia menuturkan pihaknya telah memetakan beberapa talud yang berada di daerah rawan longsor untuk dilakukan penguatan strukturnya tahun ini.
“Pemelihaaran [talut] ini kami masukkan ke pemeliharaan rutin. Kami melakukan pemeliharaan rutin untuk talut, karena ketika hujan dengan curah hujan tinggi kami siapkan anggaran untuk menangani kejadian longsor,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Pemeliharaan talut tahun 2026 dilakukan seperti yang dilakukan tahun 2025. Sementara itu, menurutnya penataan beberapa talut tahun 2026 pun akan dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan pemukiman yang berada di dekat bibir sungai tahun 2026.
Pada tahun 2026 pihaknya kana melakukan penataan sejumlah kawasan kumuh yang berada di sekitar bibir sungai tahun 2026. Di sana pihaknya akan menata kawasan tersebut untuk mundur sekitar 3 meter dari bibir sungai. Dari situ, pihaknya pun akan melakukan penguatan terhadap struktur talut yang ada di sana.
“Talut dan penataan perumahan itu satu kesatuan. Jangan sampai talutnya diperbaiki, tapi rumahnya tetap berada di tepi sungai. Rumah tetap harus bergeser,” katanya.
Dia menilai penataan lingkungan di sekitar sungai akan menjadi salah satu program prioritas DPUPKP Kota Jogja tahun ini lantaran Pemkot Jogja mencanangkan agar kebersihan sungai menjadi salah satu prioritas penanganan.
“Pak Wali Kota kebetulan sangat konsen untuk kebersihan sungai. Sehingga kami banyak fokus di sungai untuk pemeliharaan dan kebersihan sungai,” katanya.
Penataan talut dan permukiman bantaran sungai diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata. Program ini sejalan dengan komitmen Pemkot Jogja menjadikan kebersihan sungai sebagai prioritas, sekaligus memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.