Advertisement

Layanan Cuci Darah Diusulkan Dibuka di Rumah Sakit Ngoro-oro Patuk

David Kurniawan
Senin, 05 Januari 2026 - 03:17 WIB
Sunartono
Layanan Cuci Darah Diusulkan Dibuka di Rumah Sakit Ngoro-oro Patuk Gedung Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro saat diresmikan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih pada Sabtu (27/12/2025). Harian Jogja - David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Meski bangunannya telah diresmikan pada akhir 2025, Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro, Patuk, hingga kini belum juga beroperasi. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun mulai menyiapkan skema alternatif agar rumah sakit tersebut segera memberi manfaat, salah satunya dengan memfokuskan layanan bagi pasien cuci darah.

Usulan tersebut muncul seiring masih terbatasnya fasilitas hemodialisis di Gunungkidul. Saat ini, puluhan warga penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah dengan sistem berpindah-pindah rumah sakit ke wilayah Kota Jogja, Bantul, maupun Sleman setiap pekan, tanpa jadwal layanan yang pasti.

Advertisement

Kondisi itu dinilai berdampak pada beban biaya, waktu tempuh, hingga kondisi fisik pasien. Kehadiran layanan cuci darah di RS Pratama Ngoro-oro diharapkan mampu memangkas ketergantungan pasien Gunungkidul terhadap rumah sakit luar daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar di wilayah utara Gunungkidul.

Ide layanan hemodialisasi ini disuarakan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia, hingga sekarang masih kekurangan pelayanan untuk penanganan pasien gagal ginjal.

Hal itu terlihat masih adanya sekitar 80 penderita yang menjalani perawatan cuci darah dengan sistem traveling ke luar daerah seperti Kota Jogja, Bantul, Sleman atau wilayah lainnya. Pelayanan tersebut, kata Mbak Endah, juga belum ada kepastian karena tidak menjadi pasien terjadwal sehingga setiap minggu harus mencari rumah sakit yang bisa melayani cuci darah.

“Makanya saya usulkan agar bisa ada fasilitas cuci darah sehingga pasien gagal ginjal asal Gunungkidul bisa tertangani dengan baik,” kata Endah, Minggu (4/1/2026).

Guna merealisasikan usulan ini, ia berjanji segera mengumpulkan dinas kesehatan bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk duduk bersama untuk membahasnya. “Semua harus diperjelas, termasuk masalah anggaran untuk pembiayaan guna merealisasikan program ini,” katanya.

Menurut Endah, Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro berada di lokasi yang strategis karena dekat dengan lokasi jalan alternatif Sleman-Gunungkidul. Adapun sisi bangunan, juga memadai karena ruang perawatannya bisa untuk 40 kamar tidur.

“Lantai satu dan dua, masing-masing bisa menampung 20 tempat tidur. Jadi, cocok untuk pengembangan layanan cuci darah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, belum bisa memastikan kapan Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro bisa dioperasikan. Ia berdalih masih membutuhkan banyak anggaran untuk penambahan fasilitas maupun Sumber Daya Manusia yang akan mengoperasikan.

“Memang butuh proses. Kalau, berdasarkan detail engineering design [DED] yang disusun, maka agar rumah sakit ini bisa dioperasikan butuh anggaran sekitar Rp40 miliar. tapi, selama belum dioperasikan, akan difungsikan untuk mendukung ruang perawatan di Puskesmas Patuk 2,” kata Ismono.

Disinggung mengenai usulan agar Rumah Sakit Ngoro-oro bisa difungsikan untuk layanan cuci darah, ia mengakui bahwa hal tersebut bisa dilakukan. Terlebih lagi, pelaksanasannya bisa dengan kerja sama pihak ketiga untuk penyediaan alat-alat yang dibutuhkan.

“Tapi, harus dikaji dengan matang terlebih dahulu. Tujuannya, agar layanan yang akan dijalankan benar-benar bisa dioptimalkan,” katanya.

Dengan lokasi strategis di jalur alternatif Sleman–Gunungkidul serta kapasitas ruang rawat yang memadai, RS Pratama Ngoro-oro berpotensi menjadi pusat layanan kesehatan rujukan baru, khususnya bagi pasien gagal ginjal. Realisasi layanan cuci darah ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah sambil menunggu kesiapan penuh operasional rumah sakit tersebut.


Gedung Rumah Sakit Pratama Ngoro-oro saat diresmikan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih pada Sabtu (27/12/2025). Harian Jogja/David Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

News
| Senin, 05 Januari 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement