Advertisement

Obesitas Dewasa Meningkat, RSUP Sardjito Dorong Terapi Bariatrik

Yosef Leon
Selasa, 10 Februari 2026 - 19:37 WIB
Sunartono
Obesitas Dewasa Meningkat, RSUP Sardjito Dorong Terapi Bariatrik Obesitas / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan angka obesitas di Indonesia kian menjadi perhatian serius sektor kesehatan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk dewasa meningkat dari 21,8 persen pada 2018 menjadi 23,4 persen pada 2023. Tren ini dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan penyakit kronik serta tekanan pembiayaan kesehatan nasional.

Dokter Spesialis Bedah RSUP Dr Sardjito, dr. Adeodatus Yuda Handaya, menjelaskan obesitas memiliki keterkaitan erat dengan berbagai penyakit degeneratif. Kondisi tersebut meningkatkan risiko hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, gangguan pernapasan, hingga gangguan muskuloskeletal seperti osteoartritis.

Advertisement

“Obesitas jadi pemicu berbagai komplikasi penyakit jangka panjang yang membutuhkan pengobatan berulang dan biaya besar,” kata Yuda, Senin (9/2/2026).

Menurut Yuda, salah satu pendekatan penanganan obesitas yang telah terbukti secara ilmiah adalah operasi bariatrik. Namun, tindakan ini bukan ditujukan sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan.
“Tujuan utama operasi bariatrik adalah melindungi pasien dari komplikasi jangka panjang akibat obesitas, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta kerusakan organ akibat diabetes dan hipertensi,” jelasnya.

Pasien yang menjalani operasi bariatrik tetap dapat mengonsumsi makanan, tetapi dalam porsi yang jauh lebih kecil dan terkontrol. Selain mengecilkan kapasitas lambung, prosedur ini juga berdampak pada perubahan pola makan, gaya hidup, serta regulasi metabolik tubuh. Oleh karena itu, operasi bariatrik menjadi bagian dari terapi komprehensif jangka panjang.

Yuda menegaskan bahwa operasi bariatrik tidak ditujukan bagi semua pasien obesitas dan hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis tertentu. Kriteria tersebut meliputi indeks massa tubuh (IMT) di atas 35 kg/m² dengan atau tanpa penyakit penyerta, IMT 30–35 kg/m² yang tidak menunjukkan perbaikan melalui terapi konservatif, serta IMT di atas 30 kg/m² dengan diabetes melitus tipe 2.

“Berbagai penelitian menunjukkan pasien dapat kehilangan 60 hingga 70 persen kelebihan berat badan, dengan penurunan paling signifikan pada enam bulan pertama pasca operasi,” ungkapnya.

RSUP Dr Sardjito telah mengembangkan layanan bariatrik sejak 2022 dengan pendekatan multidisiplin. Tim layanan melibatkan dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter gizi klinik, rehabilitasi medis, serta tenaga kesehatan pendukung lainnya. Jenis layanan yang tersedia meliputi pemasangan balon lambung, prosedur pengecilan lambung, hingga pintasan saluran cerna, dan dapat diakses melalui BPJS Kesehatan bagi pasien yang memenuhi indikasi medis.

Dari sisi teknologi, RSUP Dr Sardjito saat ini didukung sistem laparoskopi modern, termasuk laparoskopi tiga dimensi (3D) yang meningkatkan presisi serta keamanan tindakan bedah. Ke depan, rumah sakit pendidikan ini juga mempersiapkan pengembangan teknologi bedah robotik sebagai standar lanjutan di pusat rujukan dunia.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Eniarti, menyatakan penguatan layanan medis tersebut diiringi pengembangan infrastruktur rumah sakit melalui master plan hingga 2029. Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan Gedung Sentral Medical Unit setinggi 12 lantai dengan tiga basement. Proyek tersebut telah memasuki tahap peletakan batu pertama pada 8 Januari 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari peningkatan layanan rujukan nasional.

“Pengembangan ini memang memerlukan penyesuaian dan pembongkaran beberapa gedung lama, tetapi menjadi langkah penting kami untuk meningkatkan layanan rujukan nasional,” ujar Eniarti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Penganiayaan Ojol di Jakbar Berakhir Damai Lewat Mediasi

Kasus Penganiayaan Ojol di Jakbar Berakhir Damai Lewat Mediasi

News
| Selasa, 10 Februari 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement