Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berada dalam fase puncak musim hujan hingga Maret 2026 mendatang. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tetap memberlakukan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Selasa (10/2/2026), curah hujan pada Februari 2026 diprakirakan berada pada kisaran 201–400 milimeter per bulan, yang masuk kategori menengah hingga tinggi. Kondisi serupa juga diprediksi masih terjadi pada Maret 2026 dengan intensitas hujan pada rentang yang sama.
BMKG mencatat penurunan curah hujan baru akan mulai terjadi pada April 2026 dengan kisaran 201–300 milimeter per bulan atau kategori menengah. Adapun akhir musim hujan periode 2025–2026 di wilayah DIY diperkirakan berlangsung pada dasarian I hingga III April 2026.
Selama periode puncak musim hujan ini, BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang, agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah-langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon, memastikan kekuatan baliho di sepanjang jalan, serta langkah antisipatif lainnya untuk mengurangi risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi telah diperpanjang sejak 20 Desember 2025 dan akan terus berlaku hingga 19 Maret 2026. “Siaga Darurat masih diterapkan sampai 19 Maret,” ujarnya.
Perpanjangan status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 432/2025 tentang Penetapan Perpanjangan Kedua Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi (Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem) di DIY. Melalui keputusan ini, Kepala Pelaksana BPBD DIY diinstruksikan untuk mengoordinasikan perangkat daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan program siaga darurat sebagai langkah antisipasi penanggulangan bencana.
Ruruh mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. “Masyarakat diharapkan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, dan bangunan tidak permanen, serta memastikan lingkungan sekitar rumah aman dari potensi pohon tumbang,” ungkapnya.
BPBD DIY mencatat kejadian cuaca ekstrem terakhir terjadi pada 29 Januari 2026 dengan dampak yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Di Kabupaten Sleman, tercatat tujuh titik terdampak yang berada di Kapanewon Gamping dan Godean. Dampak yang ditimbulkan meliputi tujuh titik pohon tumbang, tiga titik gangguan akses jalan, dua titik jaringan listrik terdampak, satu titik kerusakan pagar, satu unit mobil terdampak, satu unit gardu ronda rusak, serta dua unit rumah rusak.
Di Kota Jogja, dampak cuaca ekstrem tercatat di 12 titik yang seluruhnya berada di Kemantren Kotagede. Kerusakan meliputi lima titik pohon tumbang, satu titik jaringan listrik terdampak, serta tujuh unit rumah mengalami kerusakan.
Sementara di Kabupaten Bantul, dampak cuaca ekstrem tercatat paling luas dengan total 54 titik terdampak yang tersebar di 11 kapanewon, yakni Banguntapan, Bambanglipuro, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Pandak, Piyungan, Sewon, Sanden, dan Pleret, dengan estimasi total kerusakan mencapai Rp85,5 juta.
Di Kabupaten Kulonprogo, BPBD mencatat satu titik terdampak di Kapanewon Sentolo berupa satu titik pohon tumbang dan satu unit rumah rusak. Adapun di Kabupaten Gunungkidul, terdapat 20 titik terdampak yang berada di Kapanewon Panggang dan Girisubo, dengan dampak berupa dua unit tempat usaha rusak, dua unit rumah rusak, serta 17 unit rumah tergenang, dengan estimasi kerusakan mencapai Rp14,6 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.