Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah pusat berharap meluncurkan groundbreaking pembangunan lima proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), salah satunya di Yogyakarta, tepat pada Juni 2026. Proses lelang masih berjalan hingga saat ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengakui bahwa timnya belum menerima konfirmasi soal pemenang lelang maupun jadwal groundbreaking PSEL setempat. “Kami belum mendapat kabar pastinya,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY juga belum melakukan land clearing karena menanti kepastian dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP). Mesi demikian Kusno tetap optimistis bahwa PSEL Yogyakarta masuk dalam kelompok proyek yang groundbreaking-nya digelar Juni 2026 nanti. “Mudah-mudahan termasuk yang Juni [2026],” katanya.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, tahap awal program PSEL akan groundbreaking di lima kawasan utama: Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
Ia menekankan pada konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/4/2026), bahwa "Persoalan sampah adalah salah satu masalah fundamental yang selama ini terabaikan. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo melakukan terobosan yang sistematis dan struktural untuk merespons persoalan ini," ujarnya seperti dikutip dari berbagai sumber.
Program PSEL ini diharapkan mengurangi volume sampah nasional hingga 33.000 ton per hari pada 2029. Selain itu, inisiatif tersebut sudah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden No. 109/2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
PSEL Yogyakarta termasuk dalam lelang tahap awal, tetapi belum menemukan pemenang kontrak hingga pertengahan April. Meskipun begitu, Pemda DIY telah berkoordinasi erat dengan kabupaten-kota se-DIY guna mendukung kelancaran program ini.
Lahan seluas 5,7 hektar di Piyungan sudah disiapkan Pemda DIY khusus untuk PSEL tersebut. Kabupaten dan kota, terutama Sleman, Bantul, serta Kota Yogyakarta, juga siap menyediakan pengangkutan sampah sebanyak 1.000 ton per hari saat fasilitas PSEL Jogja beroperasi penuh.
Apabila groundbreaking berjalan sesuai rencana Juni 2026, pembangunan akan memakan waktu 18 bulan hingga PSEL siap menghasilkan energi listrik dari sampah. Dengan demikian, operasional penuh diproyeksikan tercapai sekitar akhir 2028 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.