WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 mencatatkan rekor baru dalam hal antusiasme peserta. Sebanyak 10.000 tiket yang disediakan penyelenggara ludes terjual hanya dalam waktu 15 menit, lebih cepat dibandingkan tahun lalu yang menghabiskan waktu 20 menit untuk 9.000 tiket.
Lonjakan minat ini membuktikan bahwa MJM telah menjadi magnet bagi pelari nasional maupun internasional. Event tahunan garapan Bank Mandiri yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 mendatang ini tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam mempromosikan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, khususnya Dinas Pariwisata, untuk menonjolkan situs-situs bersejarah yang belum banyak diketahui publik. Strategi promosi akan diperkuat melalui penggunaan teknologi digital untuk mengenalkan kekayaan budaya setempat kepada para pelari.
MJM 2026 dirancang untuk memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat lokal. Selama pelaksanaan di kawasan Prambanan, penyelenggara akan menghadirkan sekitar 200 hingga 300 pelaku UMKM yang telah dikurasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri sebagai BUMN untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Jogja.
Tidak hanya fokus pada lari, ajang ini juga disemarakkan dengan berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Kami menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal. Ada juga lomba cheering serta aksi bersih desa yang melibatkan 21 desa yang dilewati rute lari guna memeriahkan suasana," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).
Rencana pelaksanaan MJM 2026 telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka mendorong agar event ini melibatkan pegiat seni lokal yang belum populer untuk tampil di panggung kesenian. Hal ini bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi para seniman daerah agar semakin dikenal luas.
Selain itu, para peserta juga didorong menjadi agen promosi wisata dengan mengadakan lomba swafoto berlatar lokasi bersejarah yang dilewati. Penggunaan influencer lokal juga akan dioptimalkan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai event ini ke berbagai lapisan masyarakat. Harapannya, integrasi antara olahraga, seni, dan promosi digital ini mampu menciptakan rasa aman dan nyaman sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata Jogja secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 8 Juni 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Cek jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kemdiktisaintek dan IRD Prancis memperkuat kolaborasi riset melalui skema pendanaan bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.