Struktur Diduga Cagar Budaya Ditemukan di PG Gesikan Bantul
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Drone digunakan untuk mengantisipasi serangan hama serangga di lahan pertanian warga Padukuhan Kaliputih, Pendowoharjo, Sewon belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Petani di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Bantul mulai memanfaatkan teknologi drone untuk pengendalian hama padi melalui Gerakan Pengendalian Hama yang difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi serangan hama serangga, khususnya wereng, sebelum terjadi serangan yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Lurah Pendowoharjo, Hilmi Hakimudin, mengatakan penyemprotan menggunakan drone merupakan yang pertama kali dilakukan di wilayahnya.
“Penyemprotan ini merupakan yang pertama kalinya di kalurahan kami dan sebagai bentuk antisipasi saja, sebelum ada serangan hama,” kata Hilmi, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan pengendalian hama padi tersebut merupakan usulan Kelompok Tani Budi Luhur, Padukuhan Kaliputih, yang diajukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kapanewon Sewon. Total lahan yang ditangani mencapai sekitar 12 hektare.
Namun, tidak seluruh lahan disemprot karena sebagian tanaman sudah memasuki fase muncul malai sehingga berisiko rusak apabila dilakukan penyemprotan.
Hilmi menambahkan usia tanaman padi saat penyemprotan rata-rata satu hingga hampir dua bulan. Proses penyemprotan dilakukan menggunakan satu unit drone dengan kapasitas 11 liter cairan per penerbangan.
Layanan penyemprotan drone ini diberikan secara gratis, tetapi pengajuannya harus melalui proposal resmi kelompok tani dan pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran karena tingginya minat petani.
"Karena peminatnya banyak, jadi pelaksanaannya antre sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan kegiatan tersebut secara teknis merupakan Gerakan Pengendalian Hama Kresek atau Bacterial Leaf Blight (BLB).
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DKPP Bantul, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sewon, serta Regu Pengendali Tanaman (RPT) Sewon dengan luasan pengendalian sekitar 2,63 hektare di Kelompok Tani Budi Luhur, Dusun Kaliputih.
Menurut Joko, pemanfaatan drone dalam pengendalian hama padi membuat proses penyemprotan lebih efektif dan efisien.
Dalam satu kali penerbangan sekitar tujuh menit, drone mampu menyemprotkan 11 liter Agens Pengendali Hayati (APH) dengan cakupan lahan hingga 1,6 hektare.
“Dengan teknologi ini, pengendalian penyakit tanaman padi bisa lebih tepat sasaran dan diharapkan mampu menekan potensi kerugian hasil panen petani,” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi drone dalam pengendalian hama padi di Sewon ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini agar produksi padi tetap terjaga, terutama menjelang masa panen dan dalam menghadapi potensi serangan wereng maupun BLB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Hacker memanfaatkan iklan Google dan Claude AI untuk menyebarkan malware pencuri password dan data pengguna Mac.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.