SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti. Dok Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Upaya mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar mulai digencarkan di Bantul. Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul ini menyasar anak usia dini, mulai dari jenjang SD hingga SMP.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, menilai langkah tersebut layak mendapat dukungan penuh karena sejalan dengan arah pembangunan nasional di sektor ketahanan pangan.
“Program pengenalan sektor pertanian pada anak usia dini ini tentu menjadi program unggulan yang selaras dengan pemerintah pusat. Ini menjadi tonggak menuju swasembada pangan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Didukung Potensi Lahan Luas
Menurut Titis, Bantul memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai lumbung pangan. Data dari dinas terkait mencatat luas Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai sekitar 13.720 hektare.
Angka tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian pangan di masa mendatang.
Ia menegaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada lahan dan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM).
Karena itu, edukasi pertanian sejak dini dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul di bidang ini.
“Artinya program tersebut bukan mendorong anak-anak menjadi petani, tetapi agar Indonesia tidak kehabisan SDM unggul di bidang pertanian,” jelasnya.
Titis berharap ke depan lahir generasi baru yang tidak hanya tertarik pada sektor pertanian, tetapi juga menguasai teknologi modern. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus hasil produksi.
“Kita berharap lahir generasi yang unggul dalam penguasaan teknologi pertanian,” ujarnya.
Peran Strategis Bantul di DIY
Lebih lanjut, Bantul memiliki posisi strategis sebagai penyangga kebutuhan pangan di DIY. Wilayah seperti Kapanewon Kretek dan Kapanewon Sanden dikenal sebagai sentra hortikultura, khususnya komoditas bawang merah dan cabai.
Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar 32 sekolah, mulai dari SD hingga SLB.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan setiap sekolah mendapat paket bibit hortikultura untuk dikelola secara mandiri.
“Setiap sekolahan mendapat 150 bibit cabai, 150 bibit tomat, dan 150 bibit terong. Ini bentuk pengenalan pertanian sejak dini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.