Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Peresmian revitalisasi SLB Tunas Bhakti, Pleret, Rabu (12/8). Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, resmi direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). DPRD Kabupaten Bantul mendorong agar peningkatan fasilitas tersebut diikuti penguatan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul Titis Ajeng Ganis Mareti hadir dalam kegiatan revitalisasi tersebut sebagai bentuk dukungan DPRD Bantul terhadap program pemerintah pusat dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di daerah.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budi Waljiman.
Revitalisasi Tak Hanya Soal Fasilitas
Titis mengatakan revitalisasi SLB Tunas Bhakti diharapkan tidak berhenti pada pembenahan kondisi fisik sekolah. Menurutnya, sarana pendidikan yang lebih layak perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan agar anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang semakin baik.
“Kami sebagai perwakilan DPRD Kabupaten Bantul mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Ibu Titiek Soeharto atas terselenggaranya program revitalisasi ini. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Bantul."
"Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah seperti ini dapat terus terjalin demi terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas. DPRD Kabupaten Bantul juga berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung penuh setiap program yang berpihak pada kemajuan pendidikan di Kabupaten Bantul,” ujar Titis, Rabu (12/8).
Program revitalisasi tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah pusat untuk memperbaiki kondisi fasilitas pendidikan. Bagi sekolah luar biasa, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai dinilai penting untuk menunjang proses belajar mengajar sekaligus menyediakan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
DPRD Bantul Dorong Kesetaraan Akses Pendidikan
Titis menilai dukungan terhadap sekolah yang melayani anak berkebutuhan khusus perlu terus diperkuat. Pendidikan berkualitas, menurutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada sekolah umum, tetapi juga harus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh fasilitas dan layanan yang layak.
"Dukungan terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang setara. SLB memiliki peran penting dalam menyediakan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didiknya," kata Titis.
Revitalisasi SLB Tunas Bhakti juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan pendidikan di tingkat lokal.
Kehadiran pejabat dari pemerintah pusat, DPR RI, DPRD DIY, dan DPRD Bantul dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di Bantul.
Diharapkan Berdampak pada Proses Pembelajaran
Program revitalisasi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekolah, baik peserta didik maupun tenaga pendidik. Fasilitas yang lebih baik diharapkan membuat proses pembelajaran berlangsung lebih nyaman sekaligus mendukung pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus.
DPRD Bantul menyatakan akan terus mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Dukungan tersebut mencakup program yang memberikan manfaat bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.