Advertisement
PSEL Bantul Ditarget Operasi 2028, Pemkab Siapkan Anggaran Rp5 Miliar
Foto ilustrasi Waste to Energy. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Dana tersebut dialokasikan guna menunjang tahapan awal proyek strategis pengelolaan sampah regional di DIY.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan pematangan lahan direncanakan mulai dikerjakan pada Maret 2026. Tahap ini dilakukan melalui pembagian peran antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.
Advertisement
“Target PSEL beroperasi pada 2028. Karena itu kami berharap masyarakat mulai menata pengelolaan sampah sesuai panduan pemerintah daerah masing-masing agar persoalan sampah tidak semakin membesar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
PSEL tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Sampah yang diolah berasal dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul.
BACA JUGA
Bambang menyebut kontribusi Bantul dalam proyek tersebut berupa dukungan anggaran dari APBD. Pemerintah daerah bersama DPRD Bantul telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar.
“Anggaran itu berasal dari APBD Kabupaten Bantul sebagai bentuk komitmen daerah mendukung proyek PSEL,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan pembangunan PSEL masih menunggu perkembangan lanjutan dari pemerintah pusat karena proyek tersebut merupakan inisiatif nasional. Untuk tahapan pematangan lahan, penanganannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DIY.
“Ada pembagian tugas. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, termasuk sarana pendukung seperti depo transit dan sistem transportasi sampah,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, pendanaan pembangunan hingga operasional PSEL nantinya akan bersumber dari Danantara. Namun, hingga kini total kebutuhan anggaran proyek tersebut belum dapat dirinci secara detail.
“Untuk pematangan lahan akan ditanggung bersama Bantul, Kota Yogya, dan Sleman. Totalnya sekitar Rp15 miliar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Teror Air Keras: RSCM Ungkap Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Advertisement






